Globalisasi Internet dalam Online Business

Globalisasi Internet dalam Online Business

Globalisasi Internet dalam Online Business
Globalisasi merupakan suatu era dimana batas-batas ruang dan waktu mengalami perubahan dan menjadi terkaburkan yang mempengaruhi kehidupan kita. Hampir semua aspek kehidupan terpengaruh oleh efek globalisasi ini, baik dari segi politik, ekonomi-bisnis, sosial dan budaya. Globalisasi telah menuntut kita untuk menjadi perseorangan yang kreatif dan kompetitif untuk mengembangkan diri sesuai dengan perkembangan dan kemajuan teknologi informasi. Setiap orang memiliki kemampuan dan kesempatan untuk dapat memanfaatkan teknologi dengan sebaik-baiknya untuk menuju kesuksesan. Semua itu tergantung dari cara dan strategi yang dipakai untuk meraih kesuksesan yang diinginkan dan dicita-citakannya.

Salah satu teknologi yang mampu menjawab tantangan globalisasi ini adalah internet. Sebagai gambaran umum internet adalah suatu jaringan komputer luas dan besar yang mendunia, yang menghubungkan pemakai komputer dari suatu negara ke negara lain di seluruh dunia, dimana di dalamnya terdapat berbagai sumber daya informasi dari mulai yang statis hingga yang dinamis dan interaktif.

Internet dipandang sebagai dunia dalam bentuk lain (maya) karena hampir seluruh aspek kehidupan di dunia nyata ada di Internet seperti bisnis, hiburan, olah raga, politik dan sebagainya. Melalui internet, pertukaran informasi jarak jauh dapat dilakukan dengan sangat efektif dan efisien. Kita bisa berinteraksi dengan ribuan bahkan jutaan orang dan melihat perkembangan dunia tanpa harus beranjak dari tempat duduk kita. Bahkan, sebagian besar orang kreatif yang telah mengetahui banyak tentang internet dapat memanfaatkan fasilitas internet tersebut dengan melihat hal ini sebagai peluang bisnis yang menjanjikan untuk dapat menunjang usahanya.

Keuntungan pemakaian fasilitas internet yang telah dirasakan setiap orang dapat menimbulkan niat pada diri mereka untuk memanfaatkan sarana internet sebagai media online untuk mengembangkan potensi bisnis. Apalagi saat ini telah muncul suatu gaya bisnis baru non-konvensional yang kini telah menjadi tren, yang dikenal dengan online business.

Online Business merupakan solusi bagi anda yang ingin menjadi business man tapi tidak mempunyai modal finansial yang kuat untuk memasarkan produk-produk bisnis anda. Karna saat ini berbagai aplikasi bisnis yang berbasis internet dapat memiliki prospek yang bagus dalam dunia bisnis sebagai usaha yang menjanjikan. Bayangkan, hanya dengan modal koneksi internet dan ketekunan kita dalam memasarkan produk, seluruh dunia akan tahu dan mengenali produk yang kita promosikan hanya dengan sekali klik saja. Selain itu diperlukan juga strategi-strategi khusus dalam hal online business dan internet marketing untuk mempromosikan produk kita agar semakin dikenal oleh banyak orang.

Karya Tulis Ilmiah dalam Lingkungan Akademik

Karya Tulis Ilmiah dalam Lingkungan Akademik’

Karya Tulis Ilmiah dalam Lingkungan Akademik

Kedudukan karya tulis ilmiah di Perguruan Tinggi sangat penting dan merupakan bagian dari tuntutan formal lingkungan akademik. Karya tulis ilmiah menjadi pemerlain dari suasana ilmiah akademik yang wajib dikerjakan untuk menyelesaikan program studi.

Dilihat dari jenisnya, karya tulis ilmiah terdiri atas makalah, laporan bab atau laporan buku, skripsi, tesis, dan disertasi.
Dilihat dari tujuan penulisannya, karya tulis ilmiah dibedakan menjadi dua jenis, yaitu :
(1) Karya tulis ilmiah untuk memenuhi tugas-tugas perkuliahan, yaitu makalah dan laporan bab atau laporan buku.
(2) Karya tulis ilmiah yang merupakan syarat yang dituntut dari mahasiswa ketika akan menyelesaikan program studi, yaitu Skripsi (untuk S1), Tesis (untuk S2), Disertasi (S3).

Sebagai bagian dari tugas-tugas perkuliahan, karya tulis ilmiah dalam bentuk makalah dan laporan bab atau laporan buku (chapter) merupakan bagian dari sistem SKS (Sistem Kredit Semester), yaitu merupakan komponen tugas-tugas terstruktur yang harus dipenuhi oleh para mahasiswa di luar kegiatan perkuliahan dalam kelas. Jadi makalah dan laporan bab atau laporan buku merupakan konsekuensi logis dari sistem SKS dalam perkuliahan.

Skripsi dapat ditempuh oleh mahasiswa S1 yang memenuhi syarat IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) sesuai dengan pedoman akademik yang berlaku dan sejauh yang bersangkutan berminat untuk menempuh jalur ini. Bagi mereka yang tidak memenuhi persyaratan jalur ini atau mereka yang tidak berminat, alternatif lain yaitu jalur SKS. Sementara itu, Tesis wajib disusun oleh mahasiswa pascasarjana/program magister (S2) dan Disertsi wajib disusun oleh mahasiswa program Doktor (S3) dalam rangka menyelesaikan studinya.

Melalui karya tulis ilmiah tersebut, mahasiswa mengungkapkan fikirannya secara sistematis, sesuai dengan kaidah-kaidah keilmuan. Dengan mengacu kepada kepustakaan dan dokumen yang relevan, mahasiswa melakukan pengamatan lapangan, melakukan penelitian historis atau kajian kepustakaan. Dalam kaitan ini, karya tulis ilmiah merupakan wahana komunikasi hasil-hasil penelitian ilmiah dengan masyarakat akademiknya untuk diuji secara terbuka dan objektif, serta mendapatkan koreksi yang berupa saran dan kritik.

Di samping itu, karya tulis ilmiah juga merupakan wahana untuk menyajikan nilai-nilai praktis maupun nilai-nilai teoritis dari hasil-hasil pengkajian dan penelitian ilmiah yang dilakukan oleh mahasiswa. Dengan sifat dan kedududukan ini, maka karya tulis ilmiah dalam lingkungan masyarakat akademik bisa ikut memperkaya khasanah keilmuan dan memperkokoh paradigma keilmuan pada bidang keilmuan atau disiplin yang relevan. Proses akumulasi, validasi, dan bahkan falsifikasi dalam kegiatan ilmiah melalui penelitian dan pengkajian ilmiah ini merupakan prasyarat untuk perkembangan disiplin keilmuan, termasuk ilmu pendidikan dan keguruan.

Jadi, karya tulis ilmiah dalam lingkungan Perguruan Tinggi mengemban dua misi, yaitu :
(1) Wahana untuk melatih para mahasiswa mengungkapkan fikiran-fikirannya secara sistematis, tertib, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Hal ini merujuk pada sasaran yang mengacu pada segi prosesnya.
(2) Memberikan sumbangan pada perkembangan bidang ilmu pengetahuan. Hal ini merujuk pada sasaran yang mengacu pada segi produknya.

Sumber : https://uptodown.co.id/

Jawa Barat Kirimkan 66 siswa Peserta OSN ke Padang

Jawa Barat Kirimkan 66 siswa Peserta OSN ke Padang

Jawa Barat Kirimkan 66 siswa Peserta OSN ke Padang

Sebanyak 1.433 siswa jenjang SD, SMP, SMA ikut serta dalam Olimpiade Sains

Nasional (OSN) yang digelar di Padang, Sumatera Barat, yang dilaksanakan sejak 1-7 Juli 2018. Sebanyak 66 orang mewakili Jawa Barat dalam ajang ini, didampingi oleh 12 orang pendamping.

Para peserta OSN akan memperebutkan 420 medali yang terdiri dari: 70 medali

emas, 140 medali perak, dan 210 medali perunggu. Peserta dari jenjang SD diikuti sebanyak 272 siswa, SMP/MTs, 396 siswa, dan SMA/MA 765 siswa.

OSN tahun ini dikuti oleh siswa dari seluruh Provinsi di Indonesia. Para peserta akan berlaga dalam 11 bidang lomba diantaranya Matematika, IPA, IPS, Informatika/Komputer, Kimia, FIsika, Biologi, Kebumian, Geografi, Astronomi, dan Ekonomi.

Untuk jenjang SD akan diikut sertakan perlombaan mata pelajaran IPA dan

Matematika. Pada jenjang SMP, para peserta akan diikut sertakan dalam perlombaan mata pelajaran Matematika, IPA, IPS. Kemudian pada jenjang SMA, para peserta akan diikut sertakan pada perlombaan mata pelajaran diantaranya Fisika, Kimia, Matematika, Astronomi, Biologi, Ilmu Kebumian, Informatika/Komputer, Geografi, dan Ekonomi.

 

Baca Juga :

Sistem Zonasi, Belum Diterapkan Secara Keseluruhan

Sistem Zonasi, Belum Diterapkan Secara Keseluruhan

Sistem Zonasi, Belum Diterapkan Secara Keseluruhan

Berdasarkan evaluasi tahun lalu, beberapa titik kabupaten/kota/provinsi tertentu

belum bisa mengikuti secara penuh peraturan zonasi. Diperlukan beragam penyesuaian dalam penerapan, khususnya terkait perubahan zona.
“Misalnya, terdapat kabupaten/kota yang jumlah anak sekolahnya melebihi jumlah daya tampungnya,” kata Dirjen Dikdasmen, Hamid.

Sistem zonasi bukan hanya ditujukan untuk PPDB maupun ujian nasional saja.

Namun, penerapan zonasi dapat juga digunakan untuk dasar redistribusi dan pembinaan guru, sekaligus pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan. \”Sarpras di dalam zona itu bisa saja sarpras yang digunakan bersama. Begitu pula dengan pembinaan peserta didik,\” tutur Hamid.

Mendikbud juga menegaskan bahwa sistem zonasi juga merupakan upaya mencegah penumpukan sumber daya manusia yang berkualitas dalam suatu wilayah tertentu. Dan mendorong pemerintah daerah serta peran serta masyarakat dalam pemerataan kualitas pendidikan sesuai amanat Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional.

Dirjen Dikdasmen menyampaikan kembali bahwa pelaksanaan PPDB dapat

menggunakan metode dalam jaringan daring/online maupun manual. “Namun, yang kita rekomendasikan adalah yang online untuk mencegah campur tangan yang bermacam-macam dari berbagai pihak yang mengganggu proses dan integritas PPDB,\” ujar Hamid Muhammad.

Terkait dengan adanya permasalahan PPDB daring, Dirjen Hamid mengimbau agar pihak pemerintah daerah dapat melakukan langkah-langkah antisipasi yang telah dibahas di dalam rapat koordinasi.

 

Sumber :

http://bit.do/dosenpendidikan

Pj Gubernur Jawa Barat: Selamat Idulftri dan Mohon Maaf Lahir Batin

Pj Gubernur Jawa Barat: Selamat Idulftri dan Mohon Maaf Lahir Batin

Pj Gubernur Jawa Barat Selamat Idulftri dan Mohon Maaf Lahir Batin

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Ahmad Hadadi, menghadiri acara Halalbihalal 1439 H yang diselenggarakan oleh Pemerintahan Provinsi Jawa Barat, di Gedung Sate, Jalan Diponegoro No. 22, Citarum, Kota Bandung, Senin, 25 Juni 2018.

Acara ini dibuka oleh Pj. Gubernur Provinsi Jawa Barat, Mochammad Iriawan

dengan memberikan sambutan, dan tausyah dari Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Mahmud M. Si.

Pada sambutannya, di momen halalbihalal ini Iriawan mengucapkan selamat Hari Raya Idulfitri kepada seluruh tamu undangan yang hadir.

“Atas nama pemerintah Provinsi Jawa Barat dan atas nama pribadi, kami mengucapkan selamat Hari Raya Idulfitri 1439H, minal aidzin wal aidzin mohon maaf lahir dan batin,” ujar Iriawan.

Iriawan juga menyampaikan bahwa, ini merupakan suatu catatan sejarah, karena

bisa berkumpul bersama para undangan pada saat momen perayaan Idulfitri. Ia juga bersyukur telah menjalani kehidupannya di tatar sunda ini. “Orang sunda merupakan orang yang santun, hade tata hade basahormat ka sasama” tambahnya.

Bahasa santun, hormat kepada sesama merupakan ciri khas dari orang-orang sunda. Selain itu ia juga menyebutkan bahwa, teguh pada prinsip dan tidak akan gentar menghadapi permasalahan yang ada merupakan sifat dari orang-orang sunda.

Selain sambutan dari Iriawan, Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr.

H. Mahmud M. Si. memberikan tausyah bertemakan halalbihalal. Dalam tausyahnya ia menyampaikan bahwa selain silih asah, silih asih, dan silih asuh, kita juga harus silih wawangi atau mewangikan.

“Satu lagi yang harus dilanjutkan yaitu silih wawangi. Sebab selain di asah, di asih, dan di asuh, kita harus saling mewangikan, agar putra Jawa Barat ini mengemuka, muncul di nasional,” ujarnya.**

 

Sumber :

https://cloudsoftwareprogram.org/sejarah-peradaban-yunani-kuno/

Kadisdik: Mari Hargai Jasa Pahlawan

Kadisdik: Mari Hargai Jasa Pahlawan

Kadisdik Mari Hargai Jasa Pahlawan

Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah !,” ucapan Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir.Soekarno tersebut diamini betul oleh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Ahmad Hadadi. Di momentum hari kemerderkaan Republik Indonesia ke 73 ini, Hadadi mengajak seluruh masyarakat agar selalu menghargai jasa para pahlawan dan jangan sampai melupan perjuangannya.

“Hari Kemerdekaan ini jadi momentum untuk mengingat dan menghargai jasa para

pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan Indoensia. Dan semoga para pahlawan Indonesia menjadi syuhada akhirat,” ucap Hadadi setelah mengikuti Upacara Hari Ulang Tahun Repuplik Indonesia di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, Jumat 17 Agustus 2018.

Maka dari itu, Hadadi mengimbau agar seluruh siswa di Jawa Barat selalu mengingat dan mempelajari sejarah bangsa, agar dapat memaknai arti kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan. “Pelajari dan belajarlah dari sejarah, maknai kemerdekaan dengan menjadi siswa yang bekeunggulan. Jadilah generasi emas untuk Indonesia,” ujar Hadadi.

Dan untuk menyiapkan siswa menjadi generasi emas, tentu tak bisa lepas dari peran

tenaga pendidik. “Ini jadi tantangan bagi tenaga pendidik. Bisa tidak menciptakan generasi emas, generasi yang baik. Karena keberhasilan siswa generasi sekarang tak bisa lepas dari tenaga pendidiknya saat ini,”

Salah seorang siswa SMA Kartika XIX – 1 Bandung, Mochammad Robby Setiawan mengatakan, dengan mengetahui sejarah kemerdekaan Indonesia, membuat dirinya lebih menghargai jasa para pahlawan yang sudah berjuang meraih kemerderkaan. “Dengan kita mengetahui proses perjuangan pahlawan dimasa lampau, saya jadi lebih bisa menghargai jasa pahlawan,” ungkap Robby.

Salah satu cara Robby guna memaknai perjuangan para pahlawan adalah dengan

mengikuti upacara bendera. Meski sederhana, lewat upacara bendera ia telah berupaya untuk menghargai jasa para pahlawan. “Meski kadang emang panas atau amanat pembina upcaranya lama, saya tetap upacara, guna menghargai jasa para pahlawan,” katanya menambahkan.***

 

Baca Juga :

35 Wakil Jawa Barat Ikuti Ajang GTK Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional 2018

35 Wakil Jawa Barat Ikuti Ajang GTK Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional 2018

35 Wakil Jawa Barat Ikuti Ajang GTK Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional 2018

Kontingen Provinsi Jawa Barat siap mengirimkan 35 guru dan tenaga kependidikan (GTK) dalam ajang Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional Tahun 2018. Sebelum diikut sertakan dalam tingkat nasional pada 11-18 Agustus 2018, di Jakarta, para peserta telah diberikan pembinaan dan pembekalan.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Ahmad Hadadi mengungkapkan

dilaksanakan pembinaan ini, bertujuan untuk mempersiapkan para GTK terbaik Jawa Barat agar tampil dengan optimal pada pemilihan GTK Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional. Seluruh peserta kali ini merupakan para juara pertama pada tingkat provinsi, sesuai dengan kategori masing-masing peserta.

“Kegiatan ini sengaja kami laksakan dalam rangka para peserta senantiasa bersemangat dalam meningkatkan kompetensi, sehingga dapat berpengaruh pula dalam peningkatan mutu pendidikan” ujar Hadadi saat menutup kegiatan pembinaan yang dilaksanakan di Wisma PGRI, Jalan Talaga Bodas, Kota Bandung, Rabu, 8 Agustus 2018.

Hadadi mengungkapkan berkenaan dengan pelaksanaan pembinaan, dilaksanakan

selama dua tahap. Tahap yang pertama dilaksanakan pada 5-7 Juni 2018. Tahap ini berkenaan dengan pelatihan persiapan dokumen, portofolio, karya tulis, dan best prectice. Sedangkan pada pembinaan kedua dimulai pada 5-8 Agustus 2018, dengan peminaan berfokus pada peningkatan kompetensi, dalam hal presentasi, teknik wawancara, penguasaan wawasan pendidikan, psikotes, dan sesi motivasi. Selain itu, para peserta juga menyempatkan diri berlatih kesenian daerah untuk ditampilkan dalam acara puncak kelak.

Ketua Persatuan Guru Indonesia (PGRI), Edi Parmadi mengatakan pengiriman

Kontingen Provinsi Jawa Barat ke tingkat nasional tahun ini jauh lebih siap. Dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, persiapan tahun ini lebih matang karena telah dilaksanakannya pembinaan pada dua pekan ini. Selain itu, para peserta dilatih dengan menggunakan pendekatan projek yang telah dikembangkan sekarang oleh pemerintah.

“Kunci utama dalam menghadapi seleksi ini adalah percaya diri, berusaha, dan berdoa. Atas nama pengurus PGRI Jawa Barat, selamat untuk para peserta ke tingkat nasional, semoga juara umum akan ada di tangan kita,” tutup Edi.***

 

Sumber :

https://cloudsoftwareprogram.org/doa-selamat-dunia-akhirat/

Penerapan PAK Berbasis Daring

Penerapan PAK Berbasis Daring

Penerapan PAK Berbasis Daring

Pengelolaan penilaian angka kredit bagi guru dipermudah dengan adanya sistem daring (online). Salah satunya sistem pengelolan penilaian angka kredit bagi guru berbasis online di Dinas Pendidikan Jawa Timur, yaitu Sistem Informasi Manajemen Penilaian Angka Kredit Jawa Timur (SIM-PAK Jatim).

Dinas Pendidikan Jawa Barat melakukan studi banding dalam rangka memperdalam

pengetahuan tentang pelaksanaan pengelolaan penilaian angka kredit bagi guru berbasis aplikasi online. Studi banding dilakukan ke Dinas Pendidikan Jawa Timur, yang berlokasi di l. Gentengkali No.33, Genteng, Surabaya, Jawa Timur, pada Kamis 2 Agustus 2018.

Sekretaris Dinas Pendidikan Jawa Barat, Firman Adam mengatakan, hasil dari studi banding ini akan dipelajari dan disesuaikan dengan keadaan di Jawa Barat. Setelah itu akan diterapkan di Jawa Barat guna mempermudah pengelolaan penilaian angka kredit bagi guru berbasis daring (online).

“Diharapkan Jawa Barat dapat mengimplementasikan berbagai aplikasi yang

memudahkan pengelolaan penilaian angka kredit bagi guru berbasis online,” ujar Firman.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Jawa Timur, Suhartatik mengatakan Dinas Pendidikan Jawa Timur telah mengembangkan berbagai aplikasi dalam memudahkan pelayanan kepegawaian. Suhartatik berharap aplikasi yang diterakan di Jawa Timur dapat menjadi contoh dan dapat diterapkan pula di Jawa Barat.

“Disdik Jawa Timur sudah mengembangkan berbagai aplikasi dalam memudahkan

pengelolaan penilaian angka kredit bagi guru di Jawa Timur,” ujar Suhartatik.
SIM-PAK Jatim adalah salah satu konsep yang dikembangkan. Guru dapat mengaksesnya melalui website simpak.gtkjatim.co.id. Di sana terdapat berbagai informasi lengkap mengenai tata cara penyesuaian Penetapan Angka Kredit (PAK) guru PNS.

Informasi yang tersedia mulai dari proses PAK, dokumen apa saja yang dibutuhkan oleh guru, hingga jadwal kegiatan PAK. Setiap guru diberikan memiliki akun pribadi pada web ini.***

 

Sumber :

https://earlraytomblin.com/doa-sebelum-tidur/

Cara Pindah Faskes di BPJS Kesehatan

Cara Pindah Faskes di BPJS Kesehatan

Cara Pindah Faskes di BPJS Kesehatan

Pada saat berobat memakai BPJS peserta diwajibkan menuju Fasilitas Kesehatan Pertama atau Faskes I terlebih dahulu. Untuk Faskes biasanya ditentukan sendiri oleh peserta BPJS Kesehatan ketika pertama kali mendaftar sebagi peserta. Faskes I tersebut akan tercetak pada kartu BPJS dan merupakan tujuan utama saat peserta memerlukan layanan kesehatan atau tindakan mendis lainnya.

Akantetapi jika pada Fasilitas Kesehatan Pertama (Faskes I) tidak tertangani maka peserta nantinya akan dirujuk pada jenjang selanjutnya yaitu Faskes II (Rumah Sakit). Hal tentunya bertujuan untuk memberikan layanan yang lebih baik dan lengkap dalam hal peralatan serta sejumlah fasilitas pendukung lainnya agar peserta segera sembuh dan sehat seperti semula.

Pindah Fasilitas Kesehatan (Faskes)

Seperti yang disebutkan di atas jika Faskes I merupakan pilihan dari peserta BPJS Kesehatan. Namun, jika karena satu dan lain hal tidak sedikit peserta BPJS yang ingin pindah Faskes. Berikut ini beberapa alasan peserta BPJS ingin pindah Faskes :
1.    Faskes yang telah dipilih peserta fasilitasnya kurang lengkap dan memadai.
2.    Faskes yang telah dipilih terlalu jauh dari rumah peserta atau peserta pindah tempat tinggal sehingga jarak dengan Faskes menjadi jauh.
3.    Faskes yang telah dipilih tidak memberikan pelayanan dengan baik.
4.    Berbagi lasan dan pertimbangan lainnya.

Itulah beberpa hal yang bisa menjadi penyebab peserta BPJS mengganti Faskes yang telah dipilih. Akan tetapi pihak BPJS Kesehatan hanya memberikan kesempatan sekali untuk mengganti Faskes sehingga perlu pertimbangan yang matang. Sehingga dikemudian hari peserta tidak perlu lagi mengganti faskes tersebut.

Syarat-syarat Ganti Faskes

BPJS Kesehatan memberikan kemungkinan pesertanya untuk mengganti Faskes yang sudah dipilih. Akan tetapi proses mengganti Faskes ini tidak dapat dilakukan secara online seperti dapa pendaftaran BPJS Kesehatan pertama kalinya. Peserta diharuskan datang langsung ke kantor BPJS untuk mengurus penggantian Faskes tersebut. Berikut ini persyaratan yang harus dibawa peserta saat menggurus pemindahan Faskes :
1.    Kartu peserta BPJS
2.    KTP Asli
3.    Kartu Keluarga (KK)

Prosedur Ganti Fasilitas Kesehatan (Faskes)

Proses penggantian Faskes ini memang tidak semudah yang dibayangkan karena peserta harus datang langsung ke kantor BPJS dan tidak bisa dilakukan secara online. Hal ini dimungkinkan bertujuan agar peserta BPJS tidak berkali-kali mengganti Faskes sesuka hatinya.

Pada dasarnya penggantian Faskes ini tidak jauh beda dengan pengurusan pendaftaran peserta BPJS, peserta tinggal mengisi formulir yang telah disediakan. Yang tidak boleh lupa, peserta wajib membawa kartu BPJS, KTP dan KK. Mungkin yang sedikit menjadi kendala hanyalah lamanya waktu mengantre karena sudah bukan rahasia lagi jika kantor BPJS selalu disesaki oleh calon Peserta dan juga peserta yang akan mengganti Faskes. Sangat disarankan untuk datang lebih awal agar mendapat nomor antrean yang kecil sehingga segera mendapatkan pelayanan.

Perlu diketahui proses perubahan Faskes ini juga mensyaratkan keanggotaan peserta minimal tigal bulan. Jadi jika anda ingin pindah tapi keanggotaan anda belum tiga bulan sudah pasti akan ditolak oleh pihak BPJS. Setelah peserta menyerahkan formulir yang telah diisi dan juga persyaratanya, maka petugas akan melakukan pengecekan dan penggantian data Faskes yang baru. Terakhir petugas akan mengeprint kartu yang baru untuk anda.


Baca Artikel Lainnya:

Latar Belakang Kedatangan Belanda di Indonesia

Latar Belakang Kedatangan Belanda di Indonesia

Latar Belakang Kedatangan Belanda di Indonesia

Latar Belakang Penjajahan Belanda

Salah satu bahan kebutuhan yang sangat dicari oieh bangsa Eropa yang mempunyai ikiim dingin adalah rempah-rempah. Rempah-rempah tersebut seperti cengkih, pala, dan lada yang berguna untuk obat-obatan, penyedap. makanan, serta pengaweet makanan.

Daerah penghasil rempah-rempah yang terkenal sejak zaman dahulu adalah Maluku. Bangsa Eropa tersebut membeli rempah-rempah dari Maluku. Bangsa Eropa menyukai rempah-rempah Maluku, karena mutu rempah-remaph Maluku sangat bagus dan hargnya lebih murah bila disbanding dengan hatga dari tempat lain.

Oleh karena itu, bangsa-bangsa Eropa pada awal abad ke-15 mulai melakukan penjelajahan samudra. Tujuan. Penjelajahan samudra tersebut adalah mencari kekayaan, membeli rempah-rempah secara langsung dari tempat asalnya dengan harga lebih murah. Bangsa Eropa tersebut juga bermaksud memperoleh kejayaan dan menyebarkan agama Nasrani. Namun, tujuan tersebut kemudian berubah menjadi penjajahan. Keinginan bangsa Eropa tersebut sering disebut dengan semboyan 3G (gold yaitu mencari kekayaan, glory yaitu mencari kejayaan, dan gospel yaitu menyebarkan agama).

Kedatangan Bangsa Belanda

Untuk pertama kalinya Belanda sampai ke Indonesia pada tanggal 22 Juni 1596. Armada Belanda berhasil mendarat di Banten, Jawa Barat di bawah pimpinan Cornelis de Houtman dan Pieter Keyzer. Pada awalnya, kedatangan bangsa Belanda disambut baik oleh sultan Banten. Kegiatan perdagangan di Banten menjadi ramai. Namun, hal itu tidak berlangsung lama. Bangsa Belanda berubah menjadi serakah dan kasar. Sikap itu menyebabkan mereka dimusuhi dan diusir dari Banten.

Untuk kedua kalinya pada tahun 1598, rombongan pedagang Belanda tiba di Banten di bawah pimpinan Jacob van Neck, kemudian disusul armada yang dipimpin Warwijk. Kedatangan mereka diterima dengan baik oleh penguasa Banten. Saat itu Banten sedang mengalami kemunduran akibat tindakan orang-orang Portugis.

Keadaan ini dimanfaatkan oleh Belanda untuk melakukan hubungan perdagangan. Banyak pedagang Belanda datang ke Indonesia. Selain para pedagang dari Belanda, juga datang para pedagang Eropa lainnya sehingga muncui persaingan anta pedagang.


Sumber:

https://kelasips.co.id/