Kompetensi Bimbingan Konseling di Sekolah

Kompetensi Bimbingan Konseling di Sekolah

Kompetensi Bimbingan Konseling di Sekolah

Pendidikan di SD/MI bertujuan untuk menyiapkan peserta didik memasuki jenjang pendidikan selanjutnya. Peserta didik usia SD/MI berada dalam rentang 6 – 12 tahun. Pada usia 6 tahun peserta didik memasuki jenjang pendidikan SD/MI dengan atau tanpa melalui pendidikan TK/RA. Perencanaan bimbingan dan konseling pada tingkat pendidikan SD/MI ditujukan pada penyiapan peserta didik untuk melanjutkan pendidikan SMP/MTs.

Pelayanan bimbingan dan konseling ini mencakup juga bimbingan dan konseling bagi peserta didik yang memiliki kemauan dan kecerdasan luar biasa. Bentuk konkret pelayanan bimbingan dan konseling bidang belajar termasuk bantuan yang diberikan oleh guru kelas dan/atau guru BK atau konselor kepada peserta didik yang membutuhkan pengajaran remedial atau pendampingan khusus karena kemampuan intelektualnya yang luar biasa.

Terdapat tiga pandangan dasar mengenai bimbingan dan konseling di SD/MI, yaitu bimbingan dan konseling terbatas pada pengajaran yang baik (instructional guidance); bimbingan dan konseling hanya diberikan pada siswa yang menunjukkan gejala penyimpangan dari laju perkembangan yang normal; dan pelayanan bimbingan dan konseling tersedia untuk semua murid, agar proses perkembangannya berjalan lebih lancar.

Pandangan yang ke tiga dewasa ini diakui sebagai pandangan dasar yang paling tepat, meskipun suatu unsur pelayanan bimbingan dan konseling yang mengacu pada pandangan pertama dan kedua tidak bisa diabaikan.

Berkaitan dengan perkembangan, tugas perkembangan yang ingin dicapai pada tahap perkembangan usia SD/MI ini adalah:

  1. Memiliki kebiasaan dan sikap dalam beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Mengembangkan ketrampilan dasar dalam membaca, menulis, dan berhitung.
  3. Mengembangkan konsep-konsep yang perlu dalam kehidupan seharihari.
  4. Belajar bergaul dan bekerja dengan kelompok sebaya.
  5. Belajar menjadi pribadi yang mandiri
  6. Mempelajari ketrampilan fisik sederhana yang diperlukan baik untuk permainan maupun kehidupan.
  7. Mengembangkan kata hati, moral dan nilai-nilai sebagai pedoman perilaku.
  8. Membina hidup sehat, untuk diri sendiri, dan lingkungan serta
    keindahan.
  9. Belajar memahami diri sendiri dan orang lain sesuai dengan jenis
    kelaminnya dan menjalankan peran tanpa membedakan jenis kelamin.
  10. Mengembangkan sikap terhadap kelompok, lembaga sosial, serta
    tanah air bangsa dan Negara. Mengembangkan pemahaman dan
    sikap awal untuk perencanaan masa depan.

Rumusan Tugas Perkembangan pada usia Sekolah Dasar/MI tersebut di atas pada dasarnya menjadi rumusan kompetensi yang hendak dicapai melalui pelayanan Bimbingan dan Konseling.

Sumber : https://pharmacygig.com/

Standar Kompetensi BK di SLTA

Standar Kompetensi BK di SLTA

Standar Kompetensi BK di SLTA

Perkembangan anak usia SMA/MA/SMK ada pada rentang usia 16 – 18 tahun. Usia ini ada pada masa remaja akhir. Memasuki jenjang SMA/MA/SMK pelayanan bimbingan dan konseling harus lebih intensif dan lebih lengkap dibandingkan dengan pelayanan bimbingan dan konseling disatuan pendidikan dibawahnya. Pada jenjang pendidikan SMA/MA/SMK ini secara tegas dibedakan antara bidang administrasi sekolah, bidang pengajaran dan bidang pembinaan siswa.

Berkaitan dengan perkembangan, tugas perkembangan yang ingin dicapai pada tahap perkembangan usia SMA/MA/SMK, yaitu:

  1. Mencapai kematangan dalam beriman dan bertaqwa Kepada TuhanYang Maha Esa.
  2. Mencapai kematangan dalam hubungan teman sebaya, serta kematangan dalam peranannya sebagai pria atau wanita.
  3. Mencapai kematangan pertumbuhan fisik yang sehat.
  4. Mengembangkan penguasaan ilmu, teknologi dan seni sesuai dengan program kurikulum dan persiapan karir atau melanjutkan pendidikan tinggi, serta berperan dalam kehidupan masyarakat yang lebih luas.
  5. Mencapai kematangan dalam pilihan karir.
  6. Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan mandiri secara emosional, sosial, intelektual dan ekonomi.
  7. Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan
    berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
  8. Mengembangkan kemampuan komunikasi sosial dan intelektual, serta apresiasi seni.
  9. Mencapai kematangan dalam sistem etika dan nilai.

Tugas perkembangan peserta didik usia SMA/MA/SMK adalah sama, hanya karena orientasi pendidikannya adalah berbeda, maka SMK yang merupakan sekolah berbasis kejuruan pelayanan bimbingan dan konseling untuk bidang karir mendapatkan prioritas lebih dibandingkan yang lainnya.

Rumusan Tugas Perkembangan pada usia SMA/MA/SMK tersebut di atas pada dasarnya menjadi rumusan kompetensi yang hendak dicapai melalui pelayanan Bimbingan dan Konseling.

Baca Juga :

Kompetensi Bimbingan Konseling di SMP

Kompetensi Bimbingan Konseling di SMP

Kompetensi Bimbingan Konseling di SMP

Perkembangan anak usia SMP/MTs ada pada rentang usia 12 – 15 tahun. Usia ini ada pada masa remaja awal. Perpindahan dari SD/MI ke SMP/MTs ini merupakan langkah yang cukup berarti dalam kehidupan peserta didik, baik karena tambahan tuntutan belajar bagi peserta didik lebih berat, maupun karena peserta didik akan mengalami banyak perubahan dalam diri sendiri. Oleh karena itu pelayanan bimbingan dan konseling di SMP/MTs harus bercorak lain pula. Program bimbingan dan konseling pada SMP/MTs kiranya tidak hanya sekedar sebagai lanjutan dari program bimbingan dan konseling untuk SD/MI tanpa perubahan dan penyesuaian seperlunya. Pada tingkat pendidikan SMP/MTs ini semakin tegas dibedakan antara administrasi sekolah, bidang pengajaran, dan bidang pembinaan siswa. Bidang pembinaan siswa sendiri semakin menunjukkan keanekaragaman, termasuk pelayanan bimbingan sebagai subbidang dalam bidang pembinaan siswa.

Berkaitan dengan perkembangan, tugas perkembangan yang ingin dicapai pada tahap perkembangan usia SMP/MTs, yaitu:

  1. Mencapai perkembangan diri sebagai remaja yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Mempersiapkan diri, menerima dan bersikap positif serta dinamis terhadap perubahan fisik dan psikis yang terjadi pada diri sendiri untuk kehidupan yang sehat.
  3. Mencapai pola hubungan yang baik dengan teman sebaya dalam
    peranannya sebagai pria atau wanita.
  4. Memantapkan nilai dan cara bertingkah laku yang dapat diterima
    dalam kehidupan yang lebih luas.
  5. Mengenal kemampuan, bakat, dan minat serta arah kecenderungan karir dan apresiasi seni.
  6. Mengembangkan pengetahuan dan keterampilan untuk mengikuti dan melanjutkan pelajaran dan/atau mempersiapkan karir serta berperan dalam kehidupan di masyarakat.
  7. Mengenal gambaran dan mengembangkan sikap tentang kehidupan mandiri secara emosional, sosial, dan ekonomi.
  8. Mengenal sistem etika dan nilai-nilai bagi pedoman hidup sebagai pribadi, anggota masyarakat, dan warga negara.

Rumusan Tugas Perkembangan pada usia SMP/MTs tersebut di atas pada dasarnya menjadi rumusan kompetensi yang hendak dicapai melalui pelayanan Bimbingan dan Konseling.

Berikut ini rumusan Standar Kompetensi Kemandirian Peserta Didik.

Sumber : https://realviagraforsale-rxonline.com/

SDN Kedunghalang 1 dan 5 Dambakan Toilet

SDN Kedunghalang 1 dan 5 Dambakan Toilet

SDN Kedunghalang 1 dan 5 Dambakan Toilet

SDN Kedunghalang 1 dan SDN Kedunghalang 5 di Kelurahan Kedunghalang,

Kecamatan Bogor Utara, sangat membutuhkan tambahan watter closed (WC), khususnya bagi peserta didik maupun guru. Terlebih, WC yang sudah ada tidak sesuai jumlah siswa di sekolah.

Kepala SDN Kedunghalang 5 Endang Widjiarti mengatakan, selain kekurangan, kondisi empat WC di sekolah itu sangat memprihatinkan. ”Sekolah kami hanya memiliki empat WC. Dua di antaranya untuk laki-laki dan perempuan. Itu pun kondisinya sudah tidak memadai. Ya, mau tak mau kami perbaiki sedikit demi sedikit,” katanya.

Ia mengakui pihak sekolah telah berupaya mencari bantuan dari program Corporate

Social Responsibility (CSR). ”Kami sudah mengajukan proposal ke BJB melalui Dinas Pendidikan Kota Bogor. Namun hingga kemarin belum terealisasi. Semoga upaya kami ini berhasil. Sehingga kebutuhan sanitasi bagi peserta didik terpenuhi,” imbuhnya.

Hal yang sama juga diakui Kepala SDN Kedunghalang 5 Siti Djubaedah. Menurut dia, sekolahnya juga sangat kekurangan WC siswa. Bahkan, keberadaannya sudah tidak sesuai kebutuhan siswa.

”Siswa kami sekitar 500 orang. Tapi, WC yang ada hanya ada empat. Itu pun,

kondisinya sudah memprihatinkan. Walaupun demikian, menunggu dari CSR BJB, perbaikan kecil-kecilan terus kami lakukan. Mengingat dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tidak mencukupi,” pungkasnya.

 

Baca Juga :

SDN Sukaresmi Sabet Juara Volly Dispora

SDN Sukaresmi Sabet Juara Volly Dispora

SDN Sukaresmi Sabet Juara Volly Dispora

SMKN 1 Kota Bogor ternyata memiliki benda bersejarah yang berada disalah satu

sudut ruangan. Hal ini baru diketahui saat Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Kota Bogor mengunjungi sekolah tersebut. Prasasti ini menunjukan sekolah ini merupakan sekolah kejuruan tertua di kota hujan dalam bidang ekonomi yang ada sekal 1965.

“Kami merasa kaget ternyata dilingkungan sekolahnya mempunyai prasasti yang

bernilai tinggi, dan ini akan menjadi Pionir kebanggaan Kota Bogor,” kata Wakil Kepala Sekolah SMKN 1 Kota Bogor, Nani M saat ditemui Metropolitan, kemarin.

Bahkan, sambung dia, prasasti ini akan ditempatkan secara layak dan tepat, seperti halnya monumen prasasti sejarah yang harus diketahui oleh warga masyarakat Kota Bogor, khususnya yang mempunyai historis dalam sejarah pendidikan dikota Bogor.

“Insya Allah kami akan merawat dan menjaga serta melestarikan cagar budaya ini

karena merupakan sejarah perjalanan sekolahnya. Dan kedepannya prasasti tersebut akan diberi kaca agar terlihat bagus dan aman.”tandasnya.

 

Sumber :

https://www.artstation.com/ahmadali88/blog/ZnZl/history-of-heroes-day-10-november-1945

100 TUTOR PK PAKET B DAN C DIGENJOT

100 TUTOR PK PAKET B DAN C DIGENJOT

100 TUTOR PK PAKET B DAN C DIGENJOT

100 tenaga pendidik Paket B dan C dari 33 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat

(PKBM) se-Kota Bogor, dilatih menyusun kisi-kisi dan soal semester Paket Kesetaraan (PK) Tingkat Kota Bogor Tahun 2017, di Gedung PPIB, Jalan Pajajaran, Kecamatan Bogor Timur, Selasa kemarin.

Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari ini, dibuka oleh Kepala Bidang (Kabid)

Pauddikmas Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Uju Juwono. Tujuannya, untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan tutor dalam merumuskan indikator soal dan penilaian. Selain itu, kegiata ini juga untuk memantapkan kemampuan dan keterampilan tutor dalam menyusun kisi-kisi soal, serta menyusun butir-butir soal sesuai dengan kaidah penulisan butir soal. “Peserta penyusunan kisi-kisi dan soal semester ini diikuti 50 orang tutor dari paket B dan 50 orang lagi dari tutor Paket C,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Kesetaraan, Mujiasih Lestari, kepada Metropolitan.

Muji mengakui, tidak semua tenaga pendidik/tutor memiliki kompetensi, yang

seharusnya dikuasi oleh seorang tenaga pendidik/tutor. Padahal pendidik dituntut harus memiliki kompetensi pedagodik, kepribadian, profesional dan kompetensi sosial. Sehingga nantinya kualitas siswa/warga belajar akan terus meningkat. “Salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki tenaga pendidik/tutor adalah kompetensi melakukan evaluasi pembelajaran. Indikatornya, harus trampil melakukan evaluasi pembelajaran dengan berbagai teknik dan metode,” pungkasnya.

 

Sumber :

https://www.artstation.com/ahmadali88/blog/dNlz/history-of-the-origin-of-the-stone-black-stone

LAYANAN TELEMATIKA DI BIDANG TRANSPORTASI

LAYANAN TELEMATIKA DI BIDANG TRANSPORTASI

 

LAYANAN TELEMATIKA DI BIDANG TRANSPORTASI

Telematika transportasi adalah cabang teknologi yang mengintegrasikan telekomunikasi dan software engineering di bidang sistem transportasi. Saat ini bidang ini telah memainkan peran penting dalam manajemen efektif jaringan infrastruktur transportasi dan menyediakan kolaborasi optimum antara berbagai jenis tipe transportasi, atau yang dikenal dengan transportasi multimodal (multimodal transport).
Sistem transportasi cerdas, mendukung dan menyediakan berbagai jenis layanan transportasi ke institusi dan pribadi. Karena, kategori user di dalam layanan telematika transportasi adalah tidak homogen, maka berbagai jenis layanan harus disiapkan penyelenggara jasa. User2 tersebut adalah sbb:
• Sistem Telematika Trafik
• Sistem Telematica Vehicle pada strategi kendali (Hybrid electric vehicle) cerdas
• Space Vector Modulation = Modulasi Vector Ruang (RVM)
• Matrix converter
Dan sebagai contoh yang menerapkan layanan telematika di bidang transportasi di Indonesia ialah TOYOTA.
Semakin tingginya mobilitas masyarakat, terutama di wilayah perkotaan, membutuhkan layanan penunjang yang mampu membantu masyarakat untuk sampai ke tujuannya dalam waktu singkat. Toyota melihat peluang ini dengan mengembangkan layanan telematika.
Telematika (telekomunikasi dan teknologi satelit) akan menjadi bagian dari gaya hidup berkendara di abad 21 yang harus difasilitasi.
“Kami terus melakukan inovasi dan pengembangan teknologi Telematika menyesuaikan kebutuhan konsumen. Prinsipnya teknologi ini harus memudahkan konsumen,” kata Joko Trisanyoto, Direktur Marketing Toyota Astra Motor (TAM) sewaktu berbincang-bincang di acara bertajuk Toyota 21th Century Mobility Lifestyle di booth Toyota Indonesia International Motor Show (IIMS), Sabtu lalu.
Saat ini, Toyota telah mencetuskan dua macam sistem teknologi telematika secara bergerak yang dapat diakses melalui telepon seluler, yaitu M-Toyota dan Toyota Navigation.
Hingga Juni 2008, M-Toyota telah diakses hingga 180.000 pengunjung setiap bulan. Layanan ini berisi informasi produk, layanan purna jual, hingga hal-hal yang bersifat emergency.
Selain itu, Toyota juga memiliki layanan navigasi yang menggandeng perusahaan pemetaan Tele Atlas. Informasi dan peta lengkap dengan 13.000 lokasi-lokasi penting, mulai hotel, rumah sakit, hingga dealer Toyota sudah terekam. Saat ini peta tersebut sudah meng-cover wilayah Pulau Jawa dan Bali. Pada September 2008, layanan peta akan menjangkau mencapai Sumatra.
Toyota juga mengembangkan perangkat keras dan Graphics User Interface (GUI) yang didesain secara khusus. Dengan layanan Toyota Genuine Accesories (TGA). Toyota juga mempermudah pengguna Toyota Navigation dengan memberikan update perangkat lunak tanpa dikenai biaya.
Toyota melengkapi layanan telematikanya dengan layanan Mobile Reward Exchange (MORE) yang dirancang dalam mobile platform untuk pengguna telepon seluler. Bagi konsumen yang mengikuti MORE akan mendapat informasi seputar M-Toyota dan info program.

Baca Juga :

MIDDLEWARE TELEMATIKA, TEKNOLOGI

MIDDLEWARE TELEMATIKA, TEKNOLOGI

MIDDLEWARE TELEMATIKA

1. Definisi Middleware
Middleware merupakan software yang berfungsi sebagai lapisan konversi atau penerjemah.
Selain itu middleware juga sebagai Consolidator dan Integrator.
– Middleware saat ini dikembangkan untuk memungkinkan satu aplikasi berkomunikasi dengan lainnya walaupun berjalan pada platform yang berbeda.
– Saat ini terdapat bermacam produk yang menawarkan middleware.

2. Lapisan Middleware

3. Tujuan dan Asal-Usul Middleware
Middleware adalah S/W penghubung yang berisi sekumpulan layanan yang memungkinkan beberapa proses dapat berjalan pada satu atau lebih mesin untuk saling berinteraksi pada suatu jaringan.

Middleware sangat dibutuhkan untuk bermigrasi dari aplikasi mainframe ke aplikasi client/server dan juga untuk menyediakan komunikasi antar platform yang berbeda.
Middleware yang paling banyak dipublikasikan :
=> Open Software Foundation’s Distributed Computing Environment (DCE),
=> Object Management Group’s Common Object Request Broker Architecture (CORBA),
=> Microsoft’s COM/DCOM (Component Object Model.

4. Arsitektur Teknis
Arsitektur middleware merupakan sekumpulan S/W terdistribusi yang menempati lapisan antara aplikasi dan sistem operasi serta layanan jaringan di suatu node pada jaringan komputer

5. Layanan Middleware
Layanan middleware menyediakan kumpulan fungsi API (Application Programming Interfaces) yang lebih tinggi daripada API yang disediakan sistem operasi dan layanan jaringan yang memungkinkan suatu aplikasi dapat :
– Mengalokasikan suatu layanan secara transparan pada jaringan.
– Menyediakan interaksi dengan aplikasi atau layanan lain.
– Tidak tergantung dari layanan jaringan.
– Handal dan mampu memberikan suatu layanan.
– Diperluas (dikembangkan) kapasitasnya tanpa kehilangan fungsinya.

6. TP Monitors (Transaction Processing Monitors)
Produk pertama yang disebut middleware. Menempati posisi antara permintaan dari program client dan database, untuk menyakinkan bahwa semua transaksi ke database terlayani dengan baik

7. Karakteristik TP
Cenderung tidak sekedar sebagai koordinator dan pemantau transaksi pada beberapa sesumber data.
– Meningkatkan unjuk kerja, kehandalan dan skalabilitas sistem server-side.
– TP Monitor TP monitors menyusun suatu kerangka kerja untuk pembuatan aplikasi server-side.
– TP monitor dapat dengan handal dan efisien mengatur sesumber yng dibutuhkan oleh aplikasi yang sesuai dengan aturan sebuah TP Monitor.
CICS (Customer Information Control System) dan IMS/TM (message-based Transaction Manager) adalah pemrosesan transaksi yang dibebankan pada mainframe. Pada sistem UNIX, BEA’s TUXEDO, BEA’s TOP END, dan IBM’s Encina adalah produk yang digunakan sebagai TP monitors. Pada lingkungan Java, kita mengenal EJB (Enterprise Java Beans).

8. Messaging Middleware
Merupakan antarmuka dan transportasi antar aplikasi.
– Menyimpan data dalam suatu antrian message jika mesin tujuan sedang mati atau overloaded.
– Mungkin berisi business logic yang merutekan message ke tujuan sebenarnya dan memformat ulang data lebih tepat.
– Sama seperti sistem messaging email, kecuali messaging middleware digunakan untuk mengirim data antar aplikasi.

11. Remote Procedure Calls
Remote Procedure Calls (RPC) memungkinkan suatu bagian logika aplikasi untuk didistribusikan pada jaringan. Contoh :
– SUN RPC, diawali dengan network file system (SUN NFS).
– DCE RPC, sebagai dasar Microsoft’s COM. Object Request Brokers (ORBs) memungkinkan objek untuk didistribusikan dan dishare pada jaringan yang heterogen.
– Pengembangan dari model prosedural RPC, –Sistem objek terdistribusi, seperti CORBA, DCOM, EJB, dan .NET memungkinkan proses untuk dijalankan pada sembarang jaringan.

12. Middleware Basis Data
Middleware basis data menyediakan antarmuka antara sebuah query dengan beberapa database yang terdistribusi. Menggunakan, baik arsitektur hub and spoke atau arsitektur terdistribusi, memungkinkan data untuk digabungkan dari beberapa sumber data yang berbeda atau terpisah.

13. Antarmuka Pemrograman Basis data
Antarmuka pemrograman antar aplikasi dipertimbangkan juga sebagai sebuah middleware.
– Open Database Connectivity (ODBC)
– Java Database Connectivity (JDBC)
– Perl::DBI

14. Middleware Application Server
Sebuah Web-based Application Server, yang menyediakan antarmuka untuk berbagai aplikasi, digunakan sebagai middleware antara browser dan aplikais.
J2EE adalah contoh application server a wide range of server-side processing has been supported by appservers (i.e.;J2EE).

15. Tipe Layanan Middleware
Ada tiga tipe layanan yaitu :
a. Layanan Sistem Terdistribusi
• Komunikasi kritis, program-to-program, dan layanan manajemen data.
• RPC, MOM (Message Oriented Middleware) dan ORB.

b. Layanan Application
• Akses ke layanan terdistribusi dan jaringan • Yang termasuk : TP (transaction processing) monitor dan layanan database, seperti Structured Query Language (SQL).

c. Layanan Manajemen Middleware
• Memungkinkan aplikasi dan fungsi dimonitor secara terus menerus untuk menyakinkan unjuk kerja yang optimal pada lingkungan terdistribusi.

16. Remoting Architectures
Distributed Computing Environment (DCE) dari Open Software Foundation (OSF). Secara aktualnya adalah sebuah lingkungan pemrosesan terdistribusi yang di dasarkan pada Remote Procedure Call (RPC) Common Object Request Broker Architecture (CORBA) dari Object Management Group’s (OMG).

17. Arsitektur-Arsitektur Komponen
• Microsoft’s Component Object Model (COM)
Menangani pemaketan dan deployment komponen yang mendukung berbagai bahasa pemrograman
• JavaBeans dan Enterprise Java Beans (EJB) diperkenalkan oleh SUN Microsystem.
• Baik COM dan EJB diperluas menjadi :
– COM diperluas ke Distributed COM (DCOM) menggunakan versi perluasan dari DCE RPC sebagai transport.
– EJB mendukung komunikasi C/S yang di dasarkan pada Java Remote Method Invocation (RMI).
– RMI adalah merupakan model pendistribusian komponen jarak jauh yang menggunakan Java, tanpa perlu Interface Definition.
– Language (IDL) untuk mendeskripsikan interfacenya.
– Microsoft memperkenalkan arsitektur .NET sebagai arsitektur komponen terbaru dengan basis web service sebagai tulang punggungnya.

ETIKA BERKOMPUTER DALAM DUNIA TEKNOLOGI

ETIKA BERKOMPUTER DALAM DUNIA TEKNOLOGI

 

ETIKA BERKOMPUTER DALAM DUNIA TEKNOLOGI

Kini, perkembangan teknologi telah memberikan banyak perubahan pada cara berpikir manusia, baik dalam usaha pemecahan masalah, perencanaan, maupun dalam pengambilan keputusan. Perubahan yang terjadi selanjutnya berpengaruh terhadap bagaimana manusia memandang etika dan norma-norma dalam kehidupannya.
Teknologi merupakan alat yang diciptakan manusia untuk merespon tantangan hidup. Artinya, faktor manusia dalam teknologi sangat penting. Oleh sebab itu, pendidikan manusiawi seperti pelaksanaan norma dan etika kemanusiaan harus berada pada peringkat teratas, serta tidak hanya melakukan pemujaan terhadap teknologi belaka.

Berikut adalah akibat dari pemanfaatan TI yang tidak tepat :
• Rasa takut terhadap teknologi informasi menggantikan fungsi manusia sebagai pekerja
• Tingkat kompleksitas serta kecepatan yang sudah tidak dapat di tangani secara manual
• Pengangguran dan mutasi kerja
• Kurangnya tanggung jawab profesi
• Adanya golongan minoritas yang kekurangan informasi mengenai teknologi informasi

Untuk mengatasi kendala diatas maka dapat dilakukan :
• Perancangan sebuah teknologi yang human-based
• Menciptakan lembaga pendidikan guna memperkenalkan teknologi informasi sehingga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kemajuan teknologi informasi.
• Jika terjadi peningkatan pendidikan maka akan muncul umpan balik dan imbalan yang diberikan oleh suatu organisasi
• Perkembangan teknologi akan semakin meningkat namun hal ini harus di sesuaikan dengan hukum yang berlaku sehingga etika dalam berprofesi di bidang teknologi informasi dapat berjalan dengan baik.

ETIKA DALAM BERKOMPUTER
Berikut adalah sepuluh etika berkomputer yang dapat kita lakukan dengan mudah sehingga akan mengurangi dampak negative dari penggunaan komputer, yaitu
1. Jangan menggunakan komputer untuk merugikan orang lain
2. Jangan melanggar atau mengganggu hak atau karya komputer orang lain
3. Jangan memata-matai file-file yang bukan haknya
4. Jangan menggunakan komputer untuk mencuri
5. Jangan menggunakan komputer untuk memberikan kesaksian palsu
6. Jangan menduplikasi atau menggunakan software tanpa membayar
7. Jangan menggunakan sumber daya komputer orang lain tanpa sepengetahuan yang bersangkutan
8. Jangan mencuri kekayaan intelektual orang lain
9. Pertimbangkan konsekuensi dari program yang dibuat atau sistem komputer yang dirancang
10. Selalu mempertimbangkan dan menaruh respek terhadap sesama saat menggunakan komputer.

Kesimpulan yang dapat saya ambil dari artikel yang saya tampilkan sebelumnya adalah bahwa tujuan dari diadakannya etika profesi dalam teknologi informasi untuk melindungi kepentingan dari para penikmat teknologi informasi. sehingga para pengguna tidak harus merasakan ketidaknyamanan karena takut akan tersebarnya informasi pribadi miliknya.
oleh karena itu etika dalam berkomputer tidak hanya tugas dari satu orang saja tetapi merupakan tugas dari para pengguna komputer. lingkungan berkomputer yang nyaman dapat tercipta dari prilaku yang ditunjukkan oleh para penggunanya sendiri. contoh nyata yang dapat kita lakukan untuk mengurangi kejahatan dalam berkomputer adalah dengan hanya menggunakan software yang asli atau yang memang diperuntukkan bagi  umum secara gratis. kemudian bisa juga dengan tidak merusak fasilitas komputer yang bukan milik kita sendiri misalnya komputer yang ada di warnet.
masih banyak hal – hal mudah lainnya yang dapat kita langsung implementasikan dalam kehidupan berkomputer sehari-hari. semoga dengan begitu kehidupan berkomputer yang nyaman dapat kita rasakan segera.

Sumber : https://sam-worthington.net/

Mendikbud Kirim Guru Ke Malaysia

Mendikbud Kirim Guru Ke Malaysia

Mendikbud Kirim Guru Ke Malaysia

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Ke­mendikbud) mengirimkan 95 dari 100 guru terpilih ke Malaysia. Ini dilakukan pemerintah untuk men­jamin terpenuhinya hak anak Indo­nesia mendapatkan pendidikan bermutu di Negeri Jiran.

Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy,

mereka akan ditempatkan di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di wilayah Sabah dan Sarawak. Pengiriman guru dilakukan sejak Ka­mis hingga Jumat (1-2/11). ”Sisanya akan diberangkatkan ke Kuching Ma­laysia, setelah perizinan rampung. Hingga saat ini ada 294 PKBM di Ma­laysia dengan rincian 155 jenjang SD dan 139 jenjang SMP,” katanya.

Muhadjir berpesan para guru harus proaktif mencari siswa bagi PKBM, karena kondisi di sana jauh berbeda dengan kondisi sekolah di kota be­sar di Indonesia. ”Ini tanggung jawab yang besar dalam membawa nama Indonesia sekaligus pengabdian. Anda (sebagai guru, red) adalah wa­jah dari negara Indonesia di Malay­sia,” katanya.

Mendikbud mengungkapkan, saat ini masih ada 100.000 anak TKI yang belum

terlayani pendidikannya. ”Ki­ta (pemerintah, red) baru bisa me­layani 28.000, sekarang mau dinaikkan sampai 50.000 targetnya,” tutur man­tan Rektor Universitas Muhammadi­yah Malang itu.

Sementara itu, Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar

Kemendibud, Praptono, men­gatakan, kegiatan belajar mengajar di lokasi penempatan harus tetap berjalan meskipun pendukung del­apan standar nasional pendidikan tidak tersedia sepenuhnya. Sarana prasarana yang terbatas, kelebihan jam kerja dan lainnya menjadi tan­tangan para guru. ”Semoga anak-anak Indonesia di Malaysia bisa terlayani pendidikannya dan meraih masa depan yang lebih baik, sehingga melalui pendidikan akan memutus rantai kemiskinan dan kebodohan,” ujarnya

 

Baca Juga :