Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google

Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google

Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google

Mau tahu kapan matahari terbit atau terbenam di suatu wilayah? Google memiliki sebuah cara sederhana untuk melakukan itu.

Saat mengunjungi suatu wilayah, ada kalanya kita perlu tahu kapan waktu matahari terbit dan terbenam di tempat itu. Kegunaannya cukup banyak, misalnya untuk memperkirakan kapan waktu Subuh berakhir dan Maghrib dimulai bagi pemeluk agama Islam.

Fungsi lainnya, ini akan berguna sekali bagi mereka yang mau melakukan sesi pemotretan. Mengetahui kapan waktu matahari tenggelam untuk dijadikan latar akan sangat membantu dalam membuat rencana pergi ke lokasi.

Nah, lewat Google, hal itu bisa dilakukan dengan langkah mudah berikut ini:

  1. Buka Google.com
  2. Ketikkan “sunrise [nama kota]” (tanpa tanda kutip, ganti [nama kota] dengan kota yang diinginkan). Contohnya: “Sunrise Jakarta” akan memunculkan informasi waktu 5:49 pm ditambah keterangan ‘6 hours 58 minutes from now‘ di bawahnya
  3. Untuk waktu matahari terbenam, ganti “sunrise” dengan “sunset”

Baca Juga :

INTEGRITAS DAN OBJEKTIVITAS AKUNTAN

INTEGRITAS DAN OBJEKTIVITAS AKUNTAN

INTEGRITAS DAN OBJEKTIVITAS AKUNTAN

Integritas merupakan suatu elemen karakter yang mendasari timbulnya pengakuan profesional. Integritas merupakan kualitas yang mendasari kepercayaan publik dan merupakan patokan (benchmark) bagi anggota dalam menguji semua keputusan yang diambilnya. Integritas mengharuskan seorang anggota untuk, antara lain, bersikap jujur dan berterus terang tanpa harus mengorbankan rahasia penerima jasa, pelayanan dan kepercayaan publik tidak boleh dikalahkan oleh keuntungan pribadi. Integritas dapat menerima kesalahan yang tidak disengaja dan perbedaan pendapat yang jujur, tetapi dapat menerima kecurangan atau peniadaan prinsip. (Mulyadi, 2002)

Obyektivitas adalah suatu kualitas yang memberikan nilai atas jasa yang diberikan anggota. Prinsip Obyektivitas mengharuskan anggota bersikap adil, tidak memihak, jujur secara intelektual, tidak berprasangka atau bias, serta bebas dari benturan kepentingan atau berada di bawah pengaruh pihak lain. Anggota bekerja dalam berbagai kapasitas yang berbeda dan harus menujukkan obyektivitas mereka di berbagai situasi. Anggota dalam praktik akuntan publik memberikan jasa atestasi, perpajakan, serta konsultasi manajemen. Anggota yang lain menyiapkan laporan keuangan sebagai seorang bawahan, melakukan jasa audit intern yang bekerja dalam kapasitas keuangan dan manajemennya di industri, pendidikan dan pemerintah. Mereka harus melindungi integritas pekerjaannya dan memelihara obyektivitas. (Mulyadi, 2002).

PERSEPSI AKUNTAN TERHADAP KODE ETIK AKUNTAN INDONESIA DALAM MENINGKATKAN INDEPENDENSI, INTEGRITA DAN OBJEKTIVITAS AKUNTAN PUBLIK

Sudah banyak para ahli melakukan penelitian mengenai persepsi akuntan terhadap kode etik akuntan, diantaranya oleh Bikhana, (2006) melakukan penelitian terhadap auditor senior dan yunior. Hasil penelitiannya menyebutkan persepsi auditor terhadap penerapan kode etik akuntan Indonesia dalam meningkatkan obyektivitas akuntan publik, hasilnya tidak terdapat perbedaan persepsi penerapan kode etik pada kedua kelompok auditor yaitu auditor senior dan auditor yunior. Kedua kelompok auditor tersebut mempunyai persepsi yang mungkin berbeda dari penerapan kode etik, karena pada dasarnya kode etik akuntan publik bukan saja memberikan acuan mengenai kualitas teknis yang harus dipenuhi para anggotanya, tetapi juga standar etika yang harus diperhatikan sesuai dengan norma-norma masyarakat. Berkaitan dengan alasan tersebut etika diperlukan dalam profesi akuntan publik. Kode etik diperlukan dalam suatu profesi adalah :

  1. Para profesional akan lebih memperhatikan aspek moral dalam pekerjaan mereka.
  2. Suatu alat referensi manajer yang akan menanamkan nilai-nilai etika.
  3. Anggota-anggota profesi akan bertindak dalam standar yang benar.
  4. Anggota-anggota profesi akan lebih baik dalam menilai penampilannya sendiri.
  5. Ide-ide abstrak akan dialihkan dalam kenyataan yang dapat dilaksanakan dalam setiap keadaan.

Selanjutnya, penelitian serupa pernah dilakukan Oleh Budi Santoso (2008) terhadap 51 akuntan yunior dan senior, terdiri dari 7 Kantor Akuntan Publik di Yogyakarta, hasil penelitian menyimpulkan, tidak terdapat perbedaan persepsi akuntan yunior dan akuntan senior terhadap penerapan kode etik akuntan Indonesia baik dalam meningkatkan independensi, integritas dan objektivitas akuntan publik.

Dari kedua temuan ini menunjukkan tidak ada perbedaan persepsi auditor yunior dan senior terhadap penerapan kode etik akuntan Indonesia baik dalam meningkatkan independensi, integritas dan objektivitas.

UPAYA MENINGKATKAN KESADARAN AUDITOR MENERAPKAN KODE ETIK

Pelanggaran yang dilakukan auditor tetap saja berlanjut dikemudian hari kalau tidak ada terobosan perbaikan dari pihak yang berkepentingan. Auditor melakukan pelanggaran, dipicu oleh permintaan klien untuk kepentingan perusahaannya. Menurut Don W. Finn et. al., (1988) dalam penelitiannya menguji tingkat keefektifan tindakan patner dan kode etik dalam mengurangi permasalahan etika. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa permasalahan etika paling sulit (yang sering dilaporkan) adalah permintaan klien untuk merubah pajak penghasilan dan melakukan penipuan pajak, konflik kepentingan dan independensi, permintaan klien untuk merubah laporan keuangan, permasalahan profesional dan permasalahan gaji. Dari hasil analisis penelitian yang terkait pada etika profesi akuntan dapat mengindikasikan bahwa:

(1) CPA merasa ada peluang dalam profesi akuntan untuk terlibat dalam perilaku tidak etis;

(2) CPA berpendapat, tidak mempercayai bahwa perilaku tidak beretika mengarah pada kesuksesan; dan

(3) Saat manajer atas (patners) menegur auditor yang berperilaku tidak etis, maka kesadaran akan pelanggaran kode etik nampak dikurangi.

Devis (1984) mengemukakan bahwa ketaatan terhadap kode etik hanya dihasilakan dari program pendidikan terencana yang mengatur diri sendiri untuk meningkatkan pemahaman kode etik. Selanjutnya sesuai rekomendasi panitia khusus AICPA dalam standar perilaku profesinal, menyarankan diperlukan peningkatan kebutuhan pendidikan untuk profesi auditor, untuk meningkatkan kesadaran auditor dalam menerapkan pedoman aturan atau kode etik yang lebih baik.

Sumber : https://merkbagus.id/

. Etika dan MoralEtika dan Moral

Etika dan Moral

Etika dan Moral

Pengertian moral akan memberikan dorongan yang kuat untuk hidup yang bersusila tinggi. Susila yang tinggi adalah moral dasar pembangunan dan kehidupan bangsa. Moral berasal dari kata Latin “mos” yang artinya kebiasaan (Burhanuddin, 2000:1). Kata moral tersebut dekat dengan istilah etika yang juga berasal dari Yunani ,”ethos”. Singkatnya etika dapat diartikan sebagai ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu kebiasaan (Bertens, 2001:4). Hal senada juga diungkap oleh Suseno (1988:6) dalam etika Jawanya yang menyatakan bahwa etika dalam arti sebenarnya berarti “filsafat mengenai bidang moral”. Jadi etika merupakan ilmu atau refleksi sistematik mengenai pendapat-pendapat, norma-norma, dan istilah-istilah norma.
Etika merupakan ilmu yang menyelidiki tingkah laku moral dimana dalam penyelidikan tersebut dilakukan dengan tiga pendekatan. Tiga pendekat tersebut adalah:
(1) Etika Deskriftif. etika yang mencoba menggambarkan/ melukiskan tingkah laku moral dalam arti luas, misalnya adat kebiasaan, anggapan tentang baik buruk.
(2) Etika normatif. Etika ini dibagi menjadi dua etika normatif umum dan etika normatif khusus. Etika normatif umum mencoba memandang tema-tema umum sebagai obyek penyelidikannya. Sedangkan etika normatif khusus berusaha menerapkan prinsip-prinsip etis yang umum atas wilayah perilaku manusia yang khusus.
(3) Metaetika. Etika ini mempelajari logika khusus dari ucapan-ucapan etis.

2. Dilema dan Prinsip-Prinsip Etika
Dilema etika adalah situasi yang dihadapi seseorang dimana keputusan mengenai perilaku yang layak haarus di buat. (Arens dan Loebbecke, 1991: 77).Untuk itu diperlukan pengambilan keputusan untuk menghadapi dilema etika tersebut. Enam pendekatan dapat dilakukan orang yang sedang menghadapi dilema tersebut, yaitu:
(1) Mendapatkan fakta-fakta yang relevan
(2) Menentukan isu-isu etika dari fakta-fakta
(3) Menentukan siap dan bagaimana orang atau kelompok yang dipengaruhi dilema
(4) Menentukan alternatif yang tersedia dalam memecahkan dilema
(5) Menentukan konsekwensi yang mungkin dari setiap alternatif
(6) Menetapkan tindakan yang tepat.
Dengan menerapkan enam pendekatan tersebut maka dapat meminimlisasi atau menghindari rasionalisasi perilaku etis yang meliputi: (1) semua orang melakukannya, (2) jika legal maka disana terdapat keetisan dan (3) kemungkinan ketahuan dan konsekwensinya.

3. Kode Etik Profesional
Profesional dalam melakukan pekerjaan untuk kepentingan publik (pihak yang membutuhkan) dibutuhkan etika mengenai profesi.Penyusunan etika profesional pada setiap profesi biasanya dilandasi kebutuhan profesi tersebut tentang kepercayaan masyarakat terhadap mutu jasa yang diserahkan oleh profesi (Mulyadi dan Kanaka, 1999: 45).
Kode etik yang dapat mencapai sasaran yang diinginkan, kode etik tersebut harus memiliki empat komponen. Empat komponen tersebut meliputi:
(1) prinsip-prinsip, yaitu standar ideal daari perilkau etis yang dapat dicapai dalam terminologi filosofis. Dalam dunia auditing, prinsip-prinsip tersebut meliputi: tanggungjawab, kepentingan masyrakat, integritas, obyektivitas dan independensi, kemahiran serta lingku dan sifat jasa.
(2) Peraturan perilaku, yakni standar minimum prilaku etis yang ditetapkan sebagai peraturan khusus.
(3) Interprestasi
(4) Ketetapan etika yaitu penjelasan dan jawaban yang diterbitkan guna menjawab pertanyaan-pertanyaan peraturan perilaku yang terjadi.

4. Kode Etik Akuntan Indonesia
Bagi praktik Akuntan di Indonesia kebutuhan akan etika dipenuhi oleh organisasi proesi yang berkaitan dengan hal tersebut yakni Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Historis kode etik yang dikeluarkan oleh IAI adalah sebagai berikut:
(1) Kongres tahun 1973: Penetapan kode etik bagi profesi akuntan di Indonesia.
(2) Kongres tahun 1981 dan tahun 1986: Penyempurnaan kode etik, nama kode etik sebelum tahun 1986 adalah Kode etik IAI dan kongres tahun 1986 mengubah nama tersebut dengan Kode etik Akuntan Indonesia sampai sekarang.
(3) Kongres tahun 1990 dan tahun 1994: Penyempurnaan kode etik.
Berikut ini dapat digambarkan dan dijelaskan mengenai kode etik Akuntan Indonesia.

Sumber : https://www.anythingbutipod.com/

Siswa SD Marsudirini Hibur Para Lansia di Panti Wredha Dharma Bhakti Kasih

Siswa SD Marsudirini Hibur Para Lansia di Panti Wredha Dharma Bhakti Kasih

Siswa SD Marsudirini Hibur Para Lansia di Panti Wredha Dharma Bhakti Kasih

kemarin merupakan saat yang istimewa bagi para Lansia di Panti Wredha Dharma Bhakti Kasih di Kadipiro, Solo. Pasalnya, mereka mendapat kunjungan kasih dari para siswa SD Marsudirini Surakarta.

Apalagi saat para siswa melakukan unjuk kebolehan dalam membaca puisi dan

sajian drama pendek dari para guru. Drama berjudul “Kakek Super Hero” itu membuat para Lansia tampak bersemangat.
Baca Juga : Meriah, Peringatan HUT ke-74 RI di TK/SD Kristen Widya Wacana Warungmiri
Dok Panitia

Sementara, beberapa Lansia juga sempat menyumbangkan suaranya dalam lagu Bengawan Solo dan Ave Maria.

Suasana tersebut tergambar dalam acara kunjungan siswa SD Marsudirini Surakarta ke Panti Wredha Dharma Bhakti Kasih. Kunjungan itu mengawali rangkaian kegiatan peringatan 64 Tahun (Tumbuk Ageng) Yayasan Marsudirini.

Dalam kata sambutannya, Penanggungjawab Yayasan Marsudirini Perwakilan

Surakarta, Sr M Crescentia OSF SPd mengatakan kunjungan tersebut dilakukan untuk mengingatkan anak-anak agar taat, menghormati dan sayang pada orang tua.
Baca Juga : Mahasiswa Unisri Gelar Sekolah Gencar Karakter

Senada, Ketua Panitia Tumbuk Ageng, Maria Irena Hendriyanti mengatakan acara tersebut bermaksud untuk mengajak anak-anak berbagi dan menghibur para Lansia.
“Acara ini juga untuk memberi gambaran kepada anak-anak tentang pentingnya memperhatikan sesama, merawat orangtua dan tidak meninggalkan mereka di hari tua mereka,” ujarnya.

Baca Juga : Perlu Tidak Rangking bagi Anak? Simak Kata Pakar Ini

Sementara itu, Kepala Panti Wredha Dharma Bhakti Kasih, Agustina Sumali dalam kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan perhatian serta donasi dari SD Marsudirini Surakarta.
“Kunjungan seperti ini memberi semangat kepada para Lansia ini. Mereka yang jauh dari keluarga, tentu merasa bahagia mendapat kunjungan dari cucu-cucu yamg lucu dan ceria ini,” ujarnya. Suhamdani

 

Baca Juga :

Unisri Gelar Seminar Nasional Bimbingan Konseling 2019

Unisri Gelar Seminar Nasional Bimbingan Konseling 2019

Unisri Gelar Seminar Nasional Bimbingan Konseling 2019

Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta menyelenggarakan seminar nasional Bimbingan Konseling (BK) di kampus setempat, Sabtu (11/5/2019).

Seminar tersebut dihelat oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling (HMPS BK) Unisri, Surakarta.

Acara tersebut berlangsungn di ruang seminar Gedung B kampus Unisri dengan mengusung tema ‘Strategi Abkin (Asosiasi Bimbingan Konseling Indonesia) Menyiapkan Guru BK dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0’.

Hadir sebagai narasumber Dr H Muh Farozin, MPd, yang yang merupakan Dosen Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Haryo Kusumo, selaku Humas Unisri melalui rilisnya ke Joglosemarnews menjelaskan, seminar tersebut diikuti 120 orang peserta.
Baca Juga : Mahasiswa Unisri Gelar Sekolah Gencar Karakter

Para peserta terdiri dari anggota Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK), mahasiswa Universitas Veteran, serta Mahasiswa Unisri Surakarta sendiri.

Acara dibuka secara langsung oleh Rektor Unisri, Prof Dr Ir Sutardi MappSc. Dalam

sambutannya, Sutardi mengapresiasi Prodi Bimbingan dan Konseling yang sudah menyelenggarakan Seminar Nasional Bimbingan Konseling 2019.

Sementara itu, Dra Sri Hartini, MPd selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unisri mengatakan, seminar tersebut memiliki tujuan strategis.

“Agar guru maupun calon guru BK dapat segera menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman yang ditandai dengan pesatnya digitalisasi. Ini menuntut mereka untuk sigap melakukan kolaborasi dan mampu memanfaatkan teknologi,” ujarnya, sebagaimana dikutip dalam rilis.
Baca Juga : SD Marsudirini Maju Lomba Sekolah Sehat Tingkat Kota Solo

Dekan FKIP ini menjelaskan bahwa generasi muda Indonesia harus mampu

mengendalikan teknologi. Bukan sebaliknya, justru dikendalikan oleh teknologi.

Seminar Bimbingan Konseling 2019 di Unisri, Ini Yang Dibahas istimewa

“Tantangan besar bagi Guru BK adalah bagaimana mengawal proses belajar mengendalikan dan mengelola diri sendiri,” lanjutnya.

Generasi muda juga dituntut bijak menggunakan teknologi komunikasi sehingga

mampu membangun hubungan yang produktif, efektif dan efisien.

“Tujuan akhir dari semua itu adalah agar hidup mereka bahagia dan sejahtera,” jelas Sri Hartini.

 

Sumber :

https://mayleneandthesonsofdisaster.us/sejarah-palestina/

Universitas BSI Gelar Seminar Revolusi Industri 4.0

Universitas BSI Gelar Seminar Revolusi Industri 4.0

Universitas BSI Gelar Seminar Revolusi Industri 4.0

Menyambut era revolusi industri 4.0, Universitas Bina Sarana Informatika (BSI) Surakarta menggelar seminar nasional dengan mengusung tema Digital Marketing Untuk Pemberdayaan UMKM Era Industri 4.0 di Swiss Bellin Hotel, Solo, Senin (29/4/2019).

Acara yang berlangsung pagi hari tersebut dihadiri ratusan orang yang merupakan perwakilan dari 24 sekolah menengah di Surakarta.

Naba, selaku Marketing Event dan Relationship pusat dalam sambutannya menuturkan, seminar tersebut merupakan penutup dari serangkaian acara ulang tahun BSI.
Baca Juga : HUT ke-74 RI, Siswa SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Lomba Mirip Bung Karno

“Terdapat 4.300 lebih perguruan tinggi di Indonesia, dan pemerintah mulai memikirkan untuk pengurangan jumlah perguruan tinggi dengan cara penggabungan, seperti yang BSI lakukan sekarang. Maka dari itu BSI memiliki jumlah mahasiswa terbanyak se-Indonesia setelah Universitas Terbuka,” ujarnya.

Naba menambahkan, kampus BSI sudah lama ada di Kota Solo, namun baru tahun

2018 surat izinnya turun menjadi Universitas BSI Surakarta.
Baca Juga : Sambut HUT ke-74, SD Muhammadiyah 1 Ketelan Adakan Berbagai Lomba

Namun demikian, jelas Naba, sistem yang ada di BSI sudah menggunakan kecanggihan teknologi. Mulai dari penerimaan mahasiswa baru (PMB) sampai bahan ajar yang digunakan oleh dosen.

Sementara itu, Prof Dr Richardus Eko Indrajit selaku pembicara dalam seminar tersebut menuturkan, infrastruktur di Indonesia sebenarnya tidak lamban.

“Justru masyarakatnya yang terlalu haus akan internet. Buktinya, jumlah kartu

handphone terjual lebih banyak ketimbang jumlah penduduk di Indonesia,” ujarnya.

Dia mengatakan, pertumbuhan ekonomi salah satu pemicunya adalah aktivitas ekonomi, artinya ada pasar dan proses jual beli.
Baca Juga : KKN Unisri Kecamatan Jatiyoso Gelar Expo Jajan Kuliner Tradisional

“Pasar ramai, ekonomi tumbuh. Bedanya dulu dengan sekarang, kalau dulu orang

harus bertemu di pasar. Tapi sekarang zamannya pasar digital atau pasar virtual,” jelasnya.

Lebih jauh Eko menjelaskan, digital adalah pasar baru yang melampaui pasar zaman dulu yang potensi ekonominya sangat besar. Karena itulah, pemerintah menggiatkannya sebagai UMKM. A. Setiawan

 

Sumber :

https://mayleneandthesonsofdisaster.us/kisah-sayidi-ibrahim/

Pengertian Gagasan Menurut Para Ahli

Pengertian Gagasan Menurut Para Ahli

Pengertian Gagasan Menurut Para Ahli

Pengertian Gagasan

101 Pengertian Gagasan Menurut Para Ahli Beserta Contohnya- Gagasan atau ide adalah istilah yang dipakai baik secara populer maupun dalam bidang filsafat dengan pengertian umum “citra mental” atau “pengertian”. Terutama Plato adalah eksponen pemikiran seperti ini.

Pengertian Gagasan Menurut Para Ahli

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ide/gagasan adalah rancangan yang tersusun di pikiran. Artinya sama dengan cita-cita. Gagasan dalam kajian Filsafat Yunani maupun Filsafat Islam menyangkut suatu gambaran imajinal utuh yang melintas cepat.

Menurut Wikipedia, Gagasan atau ide adalah istilah yang dipakai baik secara populer maupun dalam bidang filsafat dengan pengertian umum “citra mental” atau “pengertian”.

Contoh Gagasan

Gagasan tentang sendok, muncul dalam bentuk sendok yang utuh di pikiran. Selama gagasan belum dituangkan menjadi suatu konsep dengan tulisan maupun gambar yang nyata, maka gagasan masih berada di dalam pikiran.

Gagasan menyebabkan timbulnya konsep, yang merupakan dasar bagi segala macam pengetahuan, baik sains maupun filsafat.

Sekarang banyak orang percaya bahwa gagasan adalah suatu kekayaan intelektual seperti hak cipta atau paten.

Baca Juga : 

Pengertian Sumber Terbuka (Open Source)

Pengertian Sumber Terbuka (Open Source)

Pengertian Sumber Terbuka (Open Source)

Pengertian Sumber Terbuka (open source)

Definisi Dan Pengertian Sumber terbuka (open source)- Open source (sumber terbuka) adalah sistem pengembangan yang tidak dikoordinasi oleh individu lembaga / pusat, tetapi oleh para pelaku yang bekerja sama dengan memanfaatkan kode sumber (source code) yang tersebar dan tersedia bebas (biasanya menggunakan fasilitas komunikasi internet).

Pola pengembangan model dalam bazaar gaya, sehingga pola Open Source ini ditandai bagi masyarakat adalah dorongan yang berasal dari budaya memberi, yang berarti bahwa ketika suatu komunitas menggunakan program Open Source dan telah menerima manfaat kemudian akan termotivasi untuk menimbulkan pertanyaan apa yang pengguna dapat memberikan kembali kepada masyarakat.

Pola Open Source lahir karena kebebasan berkarya, tanpa intervensi berpikir dan mengungkapkan apa yang mereka ingin menggunakan pengetahuan dan produk yang cocok. Kebebasan menjadi pertimbangan utama ketika dirilis ke publik. Masyarakat lainnya memiliki kebebasan untuk belajar, gangguan, merevisi lagi, membenarkan atau bahkan menyalahkan, tetapi kebebasan ini juga dilengkapi dengan tanggung jawab, bukan bebas tanpa tanggung jawab.

Definisi Dan Pengertian Sumber terbuka (open source)

Definisi Sumber Terbuka (Open Source)

Pada dasarnya, konsep open-source membuka “kode sumber” dari sebuah perangkat lunak. Konsep ini tampaknya aneh pada awalnya karena kode sumber kunci software. Dengan logika dikenal dalam kode sumber, maka orang lain harus dapat membuat fungsi perangkat lunak yang sama. Open source hanya sebatas itu.

Artinya, dia tidak harus gratis. Definisi asli dari open source adalah sebagaimana tercantum dalam OSD (Open Source Definition) / Definisi sumber terbuka.

Pergerakan Sumber Terbuka Dan Perangkat Lunak Bebas

Gerakan perangkat lunak bebas dan gerakan open source kini telah membagi pandangan dan tujuan yang berbeda. Open source adalah dasar metodologi pengembangan, perangkat lunak tidak bebas adalah solusi suboptimal sebuah. Untuk gerakan perangkat lunak bebas, perangkat lunak tidak bebas adalah masalah sosial dan perangkat lunak bebas adalah solusinya.

Sumber : http://www.disdikbud.lampungprov.go.id/perencanaan/pengertian-ihsan.html

Pengertian Tindakan, Motif dan Prinsip Ekonomi

Pengertian Tindakan, Motif dan Prinsip Ekonomi

Pengertian Tindakan, Motif dan Prinsip Ekonomi

Tindakan, Motif dan Prinsip Ekonomi

Pengertian Tindakan, Motif dan Prinsip Ekonomi Beserta Contohnya Lengkap- Ekonomi adalah ilmu sosial yang mempelajari aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, dan konsumsi barang dan jasa. Istilah “ekonomi” sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu οἶκος (oikos) yang berarti “keluarga, rumah tangga” dan νόμος (nomos) yang berarti “aturan, aturan hukum”.

Secara garis besar, ekonomi diartikan sebagai “aturan rumah tangga” atau “manajemen rumah tangga.” Sedangkan definisi ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep ekonomi, dan data dalam bekerja.

Tindakan Ekonomi

Tindakan ekonomi adalah istilah yang mengacu pada setiap usaha manusia yang didasarkan pada pilihan terbaik, dan yang paling menguntungkan. Contoh: Ibu memasak dengan kayu bakar karena harga minyak tanah sangat mahal. Tindakan ekonomi terdiri dari dua aspek, yaitu:

Tindakan ekonomi yang rasional, setiap usaha manusia yang didasarkan pada pilihan yang paling menguntungkan, dan pada kenyataannya kasus ini.

Tindakan ekonomi yang rasional, setiap usaha manusia yang didasarkan pada pilihan yang paling menguntungkan, tapi mereka tidak.

Pengertian Tindakan, Motif dan Prinsip Ekonomi Beserta Contohnya

Motif Ekonomi

Motif ekonomi adalah alasan atau seseorang tujuan itu seseorang melakukan tindakan ekonomi. Motif ekonomi dibagi menjadi dua aspek:

Motif intrinsik, disebut sebagai keinginan untuk mengambil tindakan pada ekonomi mereka sendiri.
Motif ekstrinsik, disebut sebagai suatu keinginan untuk mengambil tindakan terhadap dorongan ekonomi lain.
Dalam prakteknya, ada beberapa jenis motif ekonomi:

Motif memenuhi kebutuhan
Motif memperoleh keuntungan
Motif memperoleh penghargaan
Motif memperoleh kekuasaan
Motif sosial / menolong sesama

Prinsip Ekonomi

Prinsip ekonomi merupakan pedoman untuk tindakan ekonomi yang terkandung di dalamnya prinsip dengan pengorbanan tertentu untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Prinsip ekonomi adalah pengorbanan terkecil untuk mendapatkan hasil tertentu, atau dengan pengorbanan tertentu untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Sumber : https://pensil.co.id/

Pekan Ini, STAI DR. KH. EZ Muttaqien Wisuda Ribuan Mahasiswanya

Pekan Ini, STAI DR. KH. EZ Muttaqien Wisuda Ribuan Mahasiswanya

Pekan Ini, STAI DR. KH. EZ Muttaqien Wisuda Ribuan Mahasiswanya

Wisuda Mahasiswa STAI-STT DR KH. EZ Muttaqien tahun 2017 akan digelar

Minggu (26/11), mendatang dengan tema ‘Membangun Peradaban Ilmu untuk Indonesia”.

Ketua Pelaksana acara Siswanto, mengatakan bahwa tema tersebut adalah merupakan sikap peduli atas peradaban keilmuan di Indonesia dan konsistensi dalam menjunjung Tri Dharma perguruan tinggi.

“Kita tahu bahwa perguruan tinggi berperan besar untuk kemajuan peradaban

Indonesia dalam keilmuan,” kata Siswanto.

Selain wisudawan dan beberapa civitas kampus, dalam acara wisuda kali ini pun akan dihadirkan beberapa pihak.

“Kepala pembinaan program studi kementerian agama republik Indonesia Dr. H.

Abdul Mukti Bisri, beliau akan menyampaikan orasi mengenai tema,” pungkasnya

 

Baca Juga :