Universitas BSI Gelar Seminar Revolusi Industri 4.0

Universitas BSI Gelar Seminar Revolusi Industri 4.0

Universitas BSI Gelar Seminar Revolusi Industri 4.0

Menyambut era revolusi industri 4.0, Universitas Bina Sarana Informatika (BSI) Surakarta menggelar seminar nasional dengan mengusung tema Digital Marketing Untuk Pemberdayaan UMKM Era Industri 4.0 di Swiss Bellin Hotel, Solo, Senin (29/4/2019).

Acara yang berlangsung pagi hari tersebut dihadiri ratusan orang yang merupakan perwakilan dari 24 sekolah menengah di Surakarta.

Naba, selaku Marketing Event dan Relationship pusat dalam sambutannya menuturkan, seminar tersebut merupakan penutup dari serangkaian acara ulang tahun BSI.
Baca Juga : HUT ke-74 RI, Siswa SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Lomba Mirip Bung Karno

“Terdapat 4.300 lebih perguruan tinggi di Indonesia, dan pemerintah mulai memikirkan untuk pengurangan jumlah perguruan tinggi dengan cara penggabungan, seperti yang BSI lakukan sekarang. Maka dari itu BSI memiliki jumlah mahasiswa terbanyak se-Indonesia setelah Universitas Terbuka,” ujarnya.

Naba menambahkan, kampus BSI sudah lama ada di Kota Solo, namun baru tahun

2018 surat izinnya turun menjadi Universitas BSI Surakarta.
Baca Juga : Sambut HUT ke-74, SD Muhammadiyah 1 Ketelan Adakan Berbagai Lomba

Namun demikian, jelas Naba, sistem yang ada di BSI sudah menggunakan kecanggihan teknologi. Mulai dari penerimaan mahasiswa baru (PMB) sampai bahan ajar yang digunakan oleh dosen.

Sementara itu, Prof Dr Richardus Eko Indrajit selaku pembicara dalam seminar tersebut menuturkan, infrastruktur di Indonesia sebenarnya tidak lamban.

“Justru masyarakatnya yang terlalu haus akan internet. Buktinya, jumlah kartu

handphone terjual lebih banyak ketimbang jumlah penduduk di Indonesia,” ujarnya.

Dia mengatakan, pertumbuhan ekonomi salah satu pemicunya adalah aktivitas ekonomi, artinya ada pasar dan proses jual beli.
Baca Juga : KKN Unisri Kecamatan Jatiyoso Gelar Expo Jajan Kuliner Tradisional

“Pasar ramai, ekonomi tumbuh. Bedanya dulu dengan sekarang, kalau dulu orang

harus bertemu di pasar. Tapi sekarang zamannya pasar digital atau pasar virtual,” jelasnya.

Lebih jauh Eko menjelaskan, digital adalah pasar baru yang melampaui pasar zaman dulu yang potensi ekonominya sangat besar. Karena itulah, pemerintah menggiatkannya sebagai UMKM. A. Setiawan

 

Sumber :

https://mayleneandthesonsofdisaster.us/kisah-sayidi-ibrahim/