Seribu Guru di Merauke Dibantu Lanjutkan S1

Seribu Guru di Merauke Dibantu Lanjutkan S1

Seribu Guru di Merauke Dibantu Lanjutkan S1

Sebanyak seribu guru di Merauke, Papua kini dapat meningkatkan kualitas mereka dengan program Penggalian Pengalaman Kerja dan Hasil Belajar (PPKHB). Program yang diluncurkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) merupakan upaya dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui peningkatan kualifikasi guru. Guru-guru tersebut akan dibantu melanjutkan kuliah S1.

“Untuk meningkatkan kualifikasi guru di Kabupaten Merauke, Kemdikbud akan

memberikan bantuan kepada sekitar 1000 orang guru yang ingin melanjutkan pendidikan ke S-1 di Kabupaten Merauke,” tutur Direktur Jenderal GTK, Sumarna Surapranata dalam siaran pers.

Menurutnya, Kemdikbud melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Merauke, Provinsi Papua, memberikan bantuan peningkatan kualifikasi kepada sekitar 1000 guru. Untuk melanjutkan pendidikan ke S-1, guru dapat menempuh program Penggalian Pengalaman Kerja dan Hasil Belajar (PPKHB).

Sumarna menilai, guru di Kabupaten Merauke dapat melanjutkan pendidikan S-1 ke dalam empat kelompok, yakni Universitas Cenderawasih, Universitas Terbuka, Universitas Musamus, dan Kelompok Kerja yang programnya dilaksanakan di Merauke dengan mekanisme PPKHB.

“Dengan program PPKHB, guru yang melanjutkan pendidikan S-1 dapat ditempuh

lebih singkat, karena hanya berkewajiban menempuh sekitar 33 persen dari SKS yang semestinya. Program ini juga dapat dilakukan secara tatap muka maupun jarak jauh,” ujar Dirjen GTK.

Merujuk pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik), ungpkapnya, kualifikasi guru di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua, yang belum Strata 1 (S-1) pada jenjang Taman Kanak-kanak (TK) sebanyak 192 guru, Sekolah Dasar 983 guru, Sekolah Luar Biasa (SLB) 9 guru, Sekolah Menengah Pertama (SMP) 164 guru, Sekolah Menengah Atas (SMA) 47 guru, dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 52 guru.

“Dengan pengangkatan guru kontrak yang disampaikan oleh pak Yohanis Samkakai

selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Merauke, saat kami berkomunikasi melalui telepon, tidak terjadi kekosongan guru yang mengajar di SD,” pungkas Pranata.

 

Sumber :

https://memphisthemusical.com/