Masih Tarik Uang Pangkal

Masih Tarik Uang Pangkal

Masih Tarik Uang Pangkal

Slogan sekolah gratis bagi siswa SMK ternyata masih sebatas wacana. Rencara Gubernur Jawa Barat saat masih kampenye akan menggratiskan biaya sekolah bagi siswa SMK belum terbukti.

Seperti yang dialami oleh siswa yang masuk ke SMK Negeri 1 Soreang tahun ajaran 2015-2016, mereka tetap ditarik uang pangkal. Uang yang dipungut untuk pembelian seragam sekolah dan kelengkapannya itu mencapai Rp 1,375 ribu.

’’Meskipun akan dibahas dulu dalam rapat orang tua siswa pada hari Rabu nanti, namun tetap sekolah ini akan melegalkan pungutan uang pangkal bagi siswa-siswinya yang sudah diterima. Dengan, begitu saya yakin program dana bantuan operasional sekolah (BOS) bagi SMA dam SMK akan terabaikan. Bahkan tidak akan terealisasi sama sekali,’’ terang Ruchiyat, orang tua siswa yang ditemui Soreang Ekspres (Grup Bandung Ekspres) saat pembayaran uang pembelian seragam sekolah kemarin (9/7).

Salah satu petugas yang melakukan pendataan uang pembelian seragam siswa,

meminta untuk tidak diliput. ’’Maaf pak untuk apa saya difoto, kalau untuk wawancara saya takut. Jangan saya yang diwawancara mendingan kepala sekolah saja,’’ tuturnya, sembari minta tidak diekspos namanya.

Pihak sekolah sendiri belum bersedia memberikan tanggapan terkait hal tersebut. Permasalahan gratisny biaya sekolah bagi SMA/SMK sebenarnya saat ini sudah berada di bawah pengelolaan provinsi Jabar.

Hal itu terkait dengan pelimpahan kewenangan pengelolaan SMA/SMK dari kabupaten/kota ke provinsi Jabar, yang saat ini sedang dalam proses finilasiasi. Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Tinggi Dinas Pendidikan Jabar, Dodin N. Nuryadin. Saat ditemui di kantornya, Jalan Dr Radjiman Bandung, dia menegaskan prosesnya sudah hampir beres. Dan menjamin pihaknya sudah siap mengelola SMA/SMK pada 2016 secara gratis.

’’Namun, hingga saat ini pemerintah pusat belum memberi jawaban, apakah Jawa

Barat boleh menjalankan pengelolaan SMA atau tidak. Kita masih menunggu jawaban dari pemerintah pusat,’’ ujarnya.

Menurut Dodin, Pemprov Jabar sudah siap mengelola SMA/SMK termasuk dengan anggaran sekolah SMA gratis. Pihaknya sudah melakukan estimasi dengan total biaya SMA/SMK gratis sekitar Rp 1,7 triliun. Sementara total anggaran bidang pendidikan di Jawa Barat sebesar Rp 4 triliun. ’’Insya Allah anggarannya ada dan harus ada. Dari Rp 4 triliun untuk menggratiskan SMA/SMK sekitar Rp 1,7 triliun,’’ terang Dodin.

Hitungan tersebut berdasarkan asumsi kebutuhan biaya pendidikan SMA sekitar Rp

2,3 juta/tahun/siswa dan untuk SMK sekitar Rp 2,5/tahun/siswa. Dari anggaran BOS Pusat siswa SMA/SMK dibantu sebesar Rp 1,2 juta.

 

Sumber :

https://www.pesawarankab.go.id/pages/sejarah-nyi-roro-kidul/

Alhamdulillah, Guru Non-PNS Terima Tunjangan

Alhamdulillah, Guru Non-PNS Terima Tunjangan

Alhamdulillah, Guru Non-PNS Terima Tunjangan

Pencairan tunjangan profesi guru (TPG) guru Non PNS untuk April-Juni tahun ini dipercepat. Awalnya, pencairan TPG guru Non PNS dijadwalkan pada 9-14 Juli. Namun, dana itu ternyata sudah disalurkan untuk 50.462 guru pada 30 Juni lalu.
Guru
TIMBUL MUJADI/JP PHOTO

ASUH MURID: Para guru yang seharusnya menerima tunjangan profesi pada Juli,

sudah diberikan pada akhir Juni lalu. Uang tersebut ada yang masuk ke rekening pribadi juga penampung.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Sumarna Surapranata mengatakan, ada dua mekanisme pencairan TPG. Untuk guru pendidikan dasar langsung masuk ke rekening.

Sementara, untuk guru pendidikan menengah melalui bank penampung. ’’Dua-duanya sudah masuk ke rekening guru,” kata Sumarna pada JPNN, Sabtu (11/7).

Sumarna mengatakan, bank penampung adalah bank yang diseleksi oleh pemerintah untuk menyalurkan TPG. Dia menyebutkan, bank tersebut adalah BRI, BNI, dan Bank Mandiri.

’’Uang dari KPPN (Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara) langsung masuk ke

bank penampung. Kemudian, dari bank penampung disalurkan ke rekening pribadi guru,” tambah Sumarna.

Dia menambahkan, guru Non PNS yang belum menerima TPG bisa disebabkan beberapa hal. Pertama, karena rekeningnya mati akibat saldo tabungan kurang dari Rp 50 ribu. Kedua, disebabkan karena proses transfer melalui sistem RTGS yang butuh waktu beberapa hari.

Adapun untuk penyaluran TPG guru PNS daerah disalurkan melalui pemerintah

daerah. Jumlah guru PNSD yang mendapatkan TPG sebanyak 178.291 orang

 

Sumber :

https://www.pesawarankab.go.id/pages/sejarah-kota-bandung/

Cara Menggunakan OSILOSKOP

Cara Menggunakan OSILOSKOP

Cara Menggunakan OSILOSKOP

OSILOSKOP & GENERAL SINYAL

Tujuan :

•Mempelajari cara kerja osiloskop dan general sinyall.

•Mempelajari penggunaan dan keterbatasan kemampuan alat-alat tersebut serta spesifikasinya.

•Dapat menggunakan generator sinyal sebagai pengukur tegangan, sebagai pengukur frekuensi dari berbagai bentuk gelombang yang apat tergambar pada layar.

•Dapat menggunakan generator sinyal sebagai sumber dengan beberapa bentuk gelombang.

Dasar teori

Osiloskop digunakan untuk melihat bentuk sinyal yang sedang diamati. Dengan osiloskop maka kita dapat mengetahui beberapa frekuensi, periode dan tegangan  dari sinyal. Dengan sedikit menyetel kita juga bias mengetahui benda fasa antara sinyak masukan dan sinyal keluaran.

Osiloskop juga terdiri dari dua bagian utama yaitu display dan panel control. Display menyerupai tampilan layar televise hanya saja tidak berwarna warni dan berfungsi sebagai tempat sinyal uji ditampilkan. Pada layar ini terdapat garis-garis melintang secara vertical dan horizontal yang membentuk kotak-kotak dan disebut div. arah horizontal mewakili sumbu waktu dan garis vertical mewakili sumbu tegangan. Panel control berisi tombol-tombol yang bias digunakan untuk menyelesaikan tampilan di layar.

Pada umumnya osiloskop terdiri dari dua kanal yang bias digunakan untuk melihat dua sinyal yang berlainan, sebagai contoh kanal satu untuk melihat sinyal masukan dank anal dua untuk melihat sinyal keluar.

Lingkaran satu menujukan sumber sinyal.

1.Swich pada posisi CH1 artinya sumber sinyal beraasal dari chenel 1.

2.Swich pada posisi CH2 artinya sumber sinyal berasal dari chenel 2.

3.Swich pada posisi line artinya sumber sinyal berasal dari line

4.Swich pada posisi EXT artinya sumber sinyal berasal dari sumber external diluar osiloskop.

Lingkaran 2 menyalakan chenel mana yang di tampilkan oleh layar.

1.Swich pada posisi CH1 artinya layar akan menampilkan grafik dari chenel 1.

2.Swich pada posisi CH2 artinya layar akan menampilkan grafik dari chenel 2.

3.Swich pada posisi DUAL artinya layar akan menampilkan grafik dari chenel  1 dan chenel 2 secara bersamaan.

4.Swich pada posisi ADD artinya layar akan menampilkan grafik dari chenel 1 di-superposisi dengan chenel 2.

Lingkaran 3 menyatakan Volt/Div (besarnya Volt per kotak pada layar osiloskop). Tersedia dua buah tombol masing-masing untuk chenel 1 dan chenel 2,vsesuai dengan chenel masukan yang sedang digunakan.

1.Tombol Volt/Div diputar ke kanan artinya semakin besar Volt per kotak sehingga tampilan signal semakin kecil.

2.Tombol Volt/Div diputar ke kiri artinya semakin kecil Volt per kotak sehingga tampilan signal semakin besar.

Tombol Volt/Div harus diatur sedemikian rupa sehingga seluruh bagian dari signal tampak di layar.

Lingkaran 4 menyatakan Time/Div (waktu per kotak pada layar osiloskop).

1.Time/Div merupakan kebalikan dari frekuensi.

2.Satuan Time/Div adalah second atau milisecond (ms)

3.Satuan frekuensi adalah Hz atau 1/second.

Contoh :

Time/Div = 1ms = 0,001 second

Frekuensi = 0/1,001 Hz = 1.000 Hz = 1 kHz

Tombol Time/Div diatur sesuai dengan frekuensi signal input.

Sebuah function generator merupakan perangkat elektronik yang di gunakan untuk membangkitkan beberapa fungsi/gelombang dengan nilai frekuensi dan amplitude yang dapat di atur sesuai kebutuhan/keinginan. Beberapa fungsi/gelombang yang dapat dihasilkan oleh sebuah function generator.

Kesemua fungsi tersebut dapat diatur memalui tombol-tombol yang ada pada panel depan function generator.

1.:tombol on/off

2.:pengaturan amplitude sinyal keluaran

3.:Output utama

4.:Output TLL/clock

5.:tombol pemilih range frekuensi sinyal keluar

6.:tombol pemilih bentuk gelombang (Sinusoidal, segitiga, persegi)

7.:pengatur frekuensi gelombang keluaran

Untuk membuat suatu bentuk gelombang yang perlu diperhatikan adalah tombol bentuk (pilih sesuai kebutuhan), tompol range (pilih range yang terdekat dengan frekuensi yang di inginkan), dan terakhir atur nilai frekuensi menggunakan tombol 7 sehingga frekuensi gelombang yang tebentuk dapat diketahui dari perkalian antara pilihan range dengan pengaturan nilai tombol 7, missal :

Range = 1kHz

Frekuensi = 1.5

Sehingga frekuensi keluaran = 1 kHz x 1.5

= 1.5 kHz

Prosedur percobaan :

1.Hubungkan input osiloskop chenel 1 ke output function generator.

2.Atur tombol time/div dan volt/div pada chenel tersebut agar dapat menampilkan bentuk gelombang seutuhnya.

3.Buat gambar bentuk gelombang tesebut pada kertas millimeter block beserta nilai pengaturan time/div dan volt/div.

4.Hitung amplitude sinyal dan frekuensi sinyal tersebut.

5.Bandingkan nilai frekuensi yang tertukar dengan nilai frekuensi pada pengaturan function generator.

a.Jika terjadi perbedaan, apa penyebabnya ?

6.Atur kembali function generator agar menghasilkan frekuensi  2 mHz, lalu catat bentuk gelombang dan atur frekuensi serta amplitude

a.Apakah osiloskop dapat mempilkan gelombang dengan frekuensi tinggi ?

Baca Juga :

Apa itu MySQL dan Sejarahnya

Apa itu MySQL dan Sejarahnya

Apa itu MySQL?

MySQL adalah sebuah sistem perangkat lunak yang mempunyai sistem manajemen berbasis data SQL (database management system) atau DBMS yang multi-user, sekitar 6 juta instalasi di seluruh penjuru  dunia. MySQL AB membuat MySQL yang  tersedia sebagai perangkat lunak gratis dibawah sebuah lisensi GNU General Public License (GPL), tapi mereka juga menjual dibawah lisensi komersial untuk kasus-kasus yang dimana penggunaannya tidak sama dengan penggunaan GPL.

Sejarah Singkat MySQL

Tidak sama dengan proyek-proyek yang lain seperti proyek Apache, dimana perangkat lunaknya dikembangkan oleh komunitas umum, dan hak cipta untuk kode sumber dipunyai oleh penulisnya sendiri-sendiri, MySQL disponsori oleh sebuah perusahaan komersial Swedia MySQL AB, dimana memegang hak cipta hampir semua kode sumbernya. Kedua orang Swedia dan satu orang Finlandia itu yang mendirikan MySQL AB ialah: David Axmark, Allan Larsson, dan Michael “Monty” Widenius.

Pengertian singkat tentang MySQL

MySQL adalah implementasi dari sebuah sistem manajemen basisdata relasional (RDBMS) yang disebar secara gratis dibawah naungan lisensi GPL (General Public License). Dan untuk setiap penggunanya dapat menggunakan secara bebas dalam memakai MySQL, tetapi dengan batasan-batasa perangkat lunak tersebut tidak diperbolehkan untuk dijadikan produk turunan yang mempunyai sifat  komersial. MySQL sesungguhnya merupakan turunan dari salah satu konsep utama dalam basisdata yang telah ada sebelumnya; SQL (Structured Query Language).

Contoh Proposal Keripik Singkong

Contoh Proposal Keripik Singkong

Contoh Proposal Keripik Singkong

BAB I
LATAR BELAKANG

1.1    Ide Usaha

Dengan melihat perkembangan zaman yang semakin maju sekarang ini kebutuhan manusia akan gizi semakin meningkat setiap manusia membutuhkan makanan yang bergizi untuk menjamin keshatanya.

Kesempatan  bagi kami untuk membuat usaha makanan kecil ( ringan ) dengan banyak orang yang suka makanan-makanan kecil, saya yakin usaha kami akan berhasil dan menguntungkan.

1.2    Gagasan Usaha

Untuk mengantisipasi turunnya harga jual produk pertanian (Singkong) serta mempertahankan perekonomian industri rumah tangga agar tetap stabil maka perlu adanya gagasan yang lebih luas, bermutu dan bermanfaat serta berkwalitas tinggi yaitu dengan memanfaatkan hasil pertanian dan mengolahnya menjadi keripik singkong.

BAB II

RELEVANSI

2.1    Mengapa Usaha Kripik Singkong Dibutuhkan?

Secara geografis Indonesia merupakan negara agraris, tanah yang subur dengan hamparannya yang hijau. Hal tersebut sangat mendukung Indonesia untuk meningkatkan hasil produksi hasil pertanian. Namun hasil produksi bisa berkwalitas rendah karena adanya pengarus krisis perekonomian yang menurun. Maka untuk menjaga agar kualitas dan komoditas hasil pertanian (singkong) tetap tinggi maka perlu adanya pengolahan pemanfaatan hasil yang lebih luas dan kaya akan ide-ide atau gagasan baru salah satunya yaitu dengan menolahnya menjadi produk kripik singkong yang berkwalitas.

2.2    Kendala/ Masalah yang Harus Dipecahkan

Untuk mewujudkan hal tersebut dalam pengembangan dan peningkatan produk usaha kripik singkong menjadikannya suatu produk yang berkwalitas dan berkomoditas tinggi, kami terkendala dengan pembiayaan atau modal. Untuk itu kami sangat butuh bantuan dari donatur atau investor dalam hal permodalan.

BAB III

TINJAUAN DARI USAHA

3.1 Tujuan yang akan dicapai

  • Menciptakan lapangan pekerjaan
  • Sebagai media mencari keuntungan
  • Untuk memenuhi kebutuhan konsumen
  • Mewujudkan kemampuan dalam berwirausaha untuk meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat
  • Memberdayakan semangat dan kemampuan kewirausahaan di kalangan masyarakat dan mahasiswa yang mampu diandalkan dalam berwirausaha

3.2    Manfaat utama

  • Dengan adanya industri usaha kripik singkong ini masyarakat dan siswa memiliki kesempatan/ peluang untuk berwirausaha dan ketrampilan tersendiri dan kemudian bisa meningkatkan produksi kripik singkong sehingga usaha ini semakin berkembang dan pendapatan semakin meningkat
  • Terpenuhinya kebutuhan masyarakat sekitar dan siswa baik dalam segi ekonomi dan lapangan kerja.

3.3    Indikator keberhasilan

  1. Aktifitas masyarakat.
    Aktivitas perekonomian mahasiswa dalam usaha industri pembuatan kripik singkong direspon oleh masyarakat luas. Mudah-mudahan dengan adanya program usaha pembuatan kripik ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat sekitar khususnya bagi mahasiswa yang bergerak dalam usaha pembuatan kripik.
  2. Kebutuhan pasar.
    Terhadap kebutuhan pangan di masyarakat terus meningkat. Kebutuhan akan kripik singkong ini bisa dijadikan sebagai camilan setiap hari, jajan khas dan oleh-oleh bagi keluarga. Bagi masyarakat produk kripik singkong merupakan produk yang memiliki ciri khas tersendiri mulai dari rasa, penampilan dan bahan. Karena produk kripik buah dan sayur diproses secara alami langsung dari buah dan sayur segar sehingga menghasilkan produk yang berkualitas tinggi dan tanpa adanya bahan pengawet. Sehingga permintaan akan kripik singkong semakin meningkat.
  3. Bahan baku usaha.
    Sebagian besar daerah kita dekat dengan masyarakat yang bergerak di bidang pertanian. Sehingga sangat mudah sekali untuk memperoleh bahan baku yang asli dan alami.
  4. Tenaga pengelola.
    Untuk usaha pembuatan kripik singkong ini dikelola oleh tenaga terampil yaitu sekelompok mahasiswa dan dalam pengejaannya sudah menjadi kewajiban para Mahasiswa.
  5. Kelebihan usaha kripik singkong
  • Nutrisi tidak hilang, karena digoreng pada suhu rendah (80-85oC)
  • Warna tidak berubah dan tidak gosong
  • Kripik renyah dan nikmat

BAB IV

AKTIVITAS KEGIATAN USAHA

4.    Metodologi pembuatan produk

a.    Alasan kami memilih usaha kripik singkong

  • Bahan baku mudah diperoleh

Bahan baku

•   Singkong

•    Penyedap rasa

  • Balik modal cepat (4-6 bulan)
  • Pasar terbuka lebar, bahkan peluang ekspor sangat besar
  • Proses produksi dan pengelolaan usaha sangat gampang

b.    Langkah membuat

–    Potong singkongdengan alat pemotong

–    Setelah itu potongan singkong di masukan k dalam penyedap rasa yang telah di sediakan

–    Kemudian pisang langsung di goreng

–    Setelah itu di tiriskan

–    Seletah berapa saat lalu kita kemas.

c.    Peralatan

–    Kompor Gas

–    Alat pemotong singkong

–    Penjepit plastik

d.    Rincian biaya

Modal awal :

o    Mui                Rp 150.000

o    Pembuatan Merk        Rp. 100.000

o    Kompor Gas            Rp.  500.000

o    Alat pemotong singkong        RP. 1.500.000

o    Penjepit plastik         Rp. 500.000

Total Modal Awal        RP. 2.750.000

Modal Perminggu :

•    Pengurusan surat izin

•    Packing

    biaya            Rp. 30.000

•    Bahan baku :

–    singkong 20 kg        Rp. 140.000

–    penyedap rasa        Rp. 10.000

•    Transportasi

    – biaya            Rp. 100.000

•    Tenaga kerja

    –  2 orang        Rp. 100.000

Pengeluaran Perbulan:

  • Rincian perminggu:

•    Bahan baku          Rp. 213.000/minggu

•    Transportasi        Rp. 100.000/minggu

•    Packing            Rp. 30.000/minggu

•    Karyawan 2 orang        Rp. 100.000/minggu

•    Total            Rp. 643.000/minggu

•    Jadi pengeluaran perbulan = 4 x 443.000     =Rp 1.772.000

•    (Pengeluaran perbulan+ Modal awal )

(Rp.1.772.000+ Rp.2.750.000)             =Rp.4.522.000

•    Jadi pengeluaran modal awal Produksi adalah     =Rp.4.522.000

Pemasukan:

•    Keripik singkong jadi 100 bungkus

•    Minimal 100 bukngkus/minggu

•    Harga per bungkus Rp 10.000 ( ¼ kg )

•    Jadi julmah pemasukan = jmlh keripk x harga

    100 bks x 10.000  =  Rp. 1.000.000/ Minggu

•    jadi pendaptan perbulan = 4 x 1.000.000 = Rp 4.000.000

Keuntungan:

     Keuntungana perbulan =  (pemasukan / bulan – pengeluaran/bulan)

                    =  ( Rp 4.000.000 – Rp 1.772.000)

                    =   Rp 2.228.000

BAB V

PENUTUP

5.1    Kesimpulan

Hasil pertanian seperti pisang ternyata bisa ditingkatkan menjadi produksi berkomoditas atau berkualitas tinggi seperti keripik singkong. Selain dapat memenuhi kebutuhan masyarakat juga membuka peluang usaha bagi masyarakat untuk berwirausaha.

5.2    Kritik dan Saran

Dalam penyusunan proposal ini, penyusun banyak mengalami kendala, maka penyusun sangat mengharapkan adanya kritik dan saran demi penyempurnaan proposal ini.

Sumber : https://mayleneandthesonsofdisaster.us/

Adakan Diskusi TBM se-Jawa Barat

Adakan Diskusi TBM se-Jawa Barat

Adakan Diskusi TBM se-Jawa Barat

BANDUNG – Untuk menyamakan persepsi dalam pengelolaan dan membudayakan Literasi ditengah masyarakat Para penggiat Taman Bacaan Masyarakat (TBM) se-Jawa Barat melakukan pertemuan di Sanggar Pramuka IKOPIN Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat.

Ketua Pelaksana Kegiatan Umi Aaam mengatakan, kegiatan diikuti 109 peserta dari perwakilan 16 Forum TBM Kabupaten/Kota yang ada di Jawa Barat. kedatangan para peserta ini membuat bangga dan diluar perkiraan awal.

”Saya terharu karena jumlah peserta yang hadir ternyata lebih dari perkiraan kami yang mengira hanya sekitar 20-30 orang yang akan datang”, kata Umi Aam saat sambutan pembukaan kegiatan belum lama ini.

Umi memaparkan, kegiatan waktu itu diawala dengan pembukaan dengan

pengumpulan beras secara bersama-sama oleh para peserta yang dipimpin langsung oleh Ketua FTBM Jabar, Nero Taufik, sebagai simbol gotong royong dan kebersamaan.

Pada pertemuan tersebut, konsep kegiatan kopdar ini dilakukan secara outdoor yaitu peserta bersama-sama berkemah sambil mengikuti materi pelatihan dan diskusi.

Setelah pembukaan, pada hari pertama kegiatan diisi dengan diskusi tentang pentingnya literasi dan tips menerbitkan buku oleh Hikmat Kunia, pegiat perbukuan sekaligus ketua IKAPI. Menurutnya, ada 3 pilar dalam literasi yaitu pilar budaya, pilar membaca dan pilar menulis.

Sedangkan Sofie Dewayani, dosen ITB sekaligus Penulis buku ”Suara dari Marjin”

yang berdiskusi mengenai bedah buku mengatakan, bahwa pembelajaran berbasis literasi harus sesuai dan relevan dengan kehidupan sehari-hari dan menyenangkan untuk anak-anak.

Sedangkan, materi lainnya tentang cara TBM membangun kemitraan dengan baik disampaikan oleh Melvi sebagai pengurus FTBM Nasional & staf Gramedia.

Untuk kegiatan lainnya adalah Diskusi tentang TBM dan literasi saat malam hari

bersama Kang Maman Suherman, penulis buku & notulen ILK, Firman Venayaksa, Ketua FTBM Nasional, Wien Muldian, Penasehat FTBM & pelaksana Gerakan Literasi Nasional Kemendikbud makin seru dengan ditemani api unggun menambah kehangatan suasana.

Di sela-sela materi juga ada penampilan hiburan dari para peserta baik tarian daerah, pembacaan puisi dan aksi teatrikal.

 

Baca Juga :

Guru dan Tantangan Perubahan

Guru dan Tantangan Perubahan

Guru dan Tantangan Perubahan

Hadirnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di Abad-21 telah menimbulkan berbagai perubahan yang begitu cepat di semua sektor kehidupan. Kita dapat merasakan jauh jarak secara geografis tidak lagi menjadi jauh secara social dan pribadi.

Layanan transportasi dengan mudah dihadirkan di lokasi dimana kita memerlukan. Transaksi jual beli dilakukan tanpa harus bertemu dan mengenali barang dan jasanya secara langsung. Hal yang terjadi di belahan dunia nun jauh disana dapat diketahui di rumah kita sendiri pada waktu yang bersamaan peristiwa terjadi. Berbagai macam informasi dengan mudah untuk diakses, bahkan kadang datang dengan sendirinya tanpa diundang, informasi yang diperlukan maupun tidak diperlukan oleh kita.

Globalisasi menjadikan dunia tanpa sekat, banjir informasi terjadi diberbagai ruang, luas maupun sempit, ruang pribadi maupun ruang publik. Kiriman informasi terjadi terus menerus setiap detik dan sulit dibendung dengan sekat-sekat konvensional berupa larangan, pamali, atau sejenisnya.

Sekadar kata ”jangan” sudah tidak ampuh lagi untuk menjauhkan anak-anak kita

dari berbagai informasi yang terus mengalir melalui berbagai media bervariasi. Mungkin di rumah tanpa TV, tapi di lingkungan lainnya tersedia banyak tayangan TV dan video.

Mungkin di kelas tanpa gadget, tapi setelah keluar kelas mereka bermesraan dengan gawai. Oleh karena itu hal penting di era banjir informasi ini bukan saja bagaimana siswa dapat menguasai sejumlah informasi dan pengetahuan. Tapi, lebih kepada bagaimana anak-anak memiliki ”kedewasaan” untuk memilah, memilih, bahkan mengkreasi informasi yang konstruktif bagi kemajuan diri dan lingkungannya.

Sebagaimana dikemukakan para ahli, informasi dan pengetahuan yang diperoleh seseorang akan berpengaruh pada sikap dan perilakunya. Mereka yang memiliki informasi dan pengetahuan banyak tentu lebih luas cakrawala pandangnya.

Tapi, apakah informasi dan pengetahuan yang dimiliki itu mampu menjadi jalan

solusi masalah kehidupan? Tentu akan tergantung seberapa besar mereka memiliki sikap mental dan multi kecerdasan untuk memanfaatkannya. Penguasaan informasi dan pengetahuan saja tidak cukup. Mereka akan lebih produktif dan berkreasi jika didukung dengan berbagai kecakapan lain.

Einstein mengatakan bahwa ”Imagination is more important than knowledge”. ”Knowledge is power but character is more”. Pernyataan ini menegaskan bahwa menguasai sejumlah pengetahuan tidaklah cukup. Memiliki kebiasaan-kebiasaan baik secara kemanusiaan dan berbudaya ilmu pengetahuan menjadi modal utama.

Berusaha mencari, mengkreasi, dan mengembangan pengetahuan adalah hal yang

lebih penting. Ini artinya bahwa mereka-mereka yg selalu mengembangkan diri untuk berimajinasi akan senantiasa haus berilmu pengetahuan, ketimbang mereka-mereka yang hanya berusaha menumpuk ilmu pengetahuan yang dimilikinya.

 

Sumber :

https://nashatakram.net/

Anggaran Pendidikan Jabar Naik Rp 1,9 T

Anggaran Pendidikan Jabar Naik Rp 1,9 T

Anggaran Pendidikan Jabar Naik Rp 1,9 T

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyebutkan anggaran pendidikan Tahun 2018 di Jawa Barat mengalami kenaikan disbanding sebelumnya. Pada 2017 lalu anggaran pendidikan Rp 1.7 Triliun, dan pada 2018 naik menjadi Rp 1.9 Triliun
ACHMAD NUGRAHA/JABAR EKSPRES

RUANG KELAS BARU: Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (kanan) didampingi Kepala SMAN 9 Bandung Agus Setia Mulyadi.

”Tentunya dengan kenaikan ini, kesejahteraan tenaga pendidik pun ikut meningkat,” kata Heryawan usai meresmikan 11 ruang kelas terdiri Delapan Ruang Kelas Baru (RKB) dan Tiga kelas hasil rehabilitasi di SMAN 9 Bandung, kemarin (3/1).

Heryawan merinci anggaran untuk pembangunan RKB dan rehabilitasi kelas berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan dana dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) bank bjb serta dana swadaya sekolah. ”Total anggarannya Rp 2,6 Miliar terdiri dari CSR bank bjb Rp 365.603.000, kemudian dari DAK RKB Rp 862.783.200, dan untuk rehabnya itu Rp.440.315.550,” kata Aher di Bandung kemarin.

Dijelaskan dia, persoalan pendidikan merupakan tanggung jawab semua pihak, di samping kewajiban pemerintah untuk mengelola dan memfasilitasi. Untuk itu, pihaknya terbuka bagi siapa pun yang ingin memberi bantuan kepada sekolah, baik berupa materil atau bangunan. ”Kita harap siapa pun, baik itu alumni SMA yang berhasil secara ekonomi. Silakan bantu pendidikan di mana pun itu, mau di dekat rumah, di sekolah anaknya, atau almamaternya yang dulu,” kata dia.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Ahmad Hadadi mengatakan, saat ini

Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) terus memenuhi kekurangan ruang kelas di seluruh kabupaten/kota.

Dipaparkan dia, jika diasumsikan dari target 100 ribu peserta didik dengan jumlah Rombongan Belajar (Rombel) perkelas sebanyak 36 siswa, maka masih kurang sekitar 10 ribu RKB untuk memenuhi kebutuhan program full day school SMA/SMK dan sekolah menengah terbuka.

”Angka Putus Sekolah (APK) kita kan diangka 76,62 persen, artinya ada 23,4 persen lagi yang memang harus disiapkan ruang kelasnya. Selain itu, ada sekitar 36 ribu siswa sekolah menengah terbuka yang harus memiliki ruang kelas juga,” kata Hadadi.

Hadadi menuturkan, pada masa kepemimpinan Gubernur Ahmad Heryawan,

Pemprov Jabar telah menambah lebih dari 30 ribu RKB. MenuSetiap tahun, pihaknya melakukan penambahan 5 ribu RKB untuk semua jenjang pendidikan. ”Tetapi kita tidak tahu Gubernur ke depan apakah targetnya 5 ribu RKB lagi. Ya mudah-mudahan minimal bisa 3 ribu RKB per tahun,” kata dia.

Dikatakan Hadadi, untuk tahun 2018 pihaknya akan melakukan pembebasan lahan

di beberapa daerah untuk menambah Unit Sekolah Baru (USB) secara bertahap. Pasalnya, saat ini masih ada lebih dari 20 sekolah yang belum mempunyai gedung. ”Ini menjadi prioritas harus dibangun. Maka 2018 target di lahan dulu, diharapkan lahan selesai di 2018, jadi pembangunan (sekolah) di 2019. RKB juga bertahap,” kata dia. (mg1/ign)

 

Sumber :

https://egriechen.info/

PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT DI SURABAYA SELATAN

PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT DI SURABAYA SELATAN

PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT DI SURABAYA SELATAN
Sejak kemerdekaan, Indonesia sudah mengalami Sembilan kali pemilihan umum. Pada pemilu yang diselenggarakan pertama kali di tahun 1955 diikuti oleh 172 partai politik, dan enam kali pemilu pada masa orde baru dan dua kali di masa reformasi. pemilu pertama pada masa orde baru yang diikuti sepuluh partai politik kemudian disederhanakan menjadi dua partai politik dan Golongan karya berdasarkan UU No. 3/ 1975 tentang partai politik dan Golkar. Setelah reformasi bergulir di tahun 1998 yang mana pintu gerbang kebebasan berdemokrasi dibuka lebar-lebar, partai politik kembali bermunculan untuk meramaikan pesta demokrasi. Ada 48 partai peserta pemilu waktu itu dengan ideologi yang tidak beracuan pada pancasila saja. Kemudian 24 partai politik yang mengikuti pemilu 2004 yang merupakan pemilu secara langsung pertama kali di Indonesia. Pada pemilu yang terakhir ini banyak kalangan yang menilai sebagai kemajuan yang luar biasa dalam perjalanan demokrasi Indonesia, dengan diikuti perubahan yang mendasar pada bangunan sistem politik kita sebagai konsekuensi dari amandemen terhadap UUD 1945. Salah satunya adalah pemilihan presiden secara langsung, suatu mukjizat yang luar biasa setelah 32 tahun terbelenggu oleh rezim totalitarian orde baru. Kemudian pada pemilu 2009 mendatang, sistem multi partai makin popular.

Partai politik menurut Sigmun Neumann adalah organisasi tempat kegiatan politik yang berusaha untuk menguasai kekuasaan pemerintah serta merebut dukungan rakyat atas dasar persaingan melawan suatu golongan atau golongan-golongan lain yang tidak sepaham . Partai politik mempunyai beberapa fungsi yaitu sebagai sarana komunikasi politik yang berperan sebagai penyalur aspirasi dan pendapat rakyat. Sebagai sarana sosialisasi politik yang berperan sebagai sarana untuk memberikan pemahaman nilai-nilai, norma, dan sikap serta orientasi terhadap fenomena politik tertentu. Sebagai sarana rekruitmen politik yaitu partai mengajak orang berbakat untuk turut aktif dalam kegiatan politik sebagai anggota partai. Sebagai sarana pengatur konflik, parpol berfungsi untuk mengatasi berbagai macam konflik sebagai konsekuensi dari Negara demokrasi.

UU No 31 tahun 2002 tentang Partai Politik merupakan produk hukum yang keluar setelah tumbangnya Pemerintahan Soeharto. Karena itu, undang tentang partai politik merupakan produk dari reformasi politik pascapemerintahan Soeharto. Ada beberapa karakteristik penting dari reformasi politik yang tercermin dari UU No. 31 tahun 2002 ini yaitu: 1) Jumlah partai politik tidak dibatasi. Partai politik bisa didirikan oleh 50 orang warga negara Indonesia yang berusia di atas 21 tahun ke atas. Untuk dapat mengikuti pemilihan umum, partai politik harus didaftarkan ke Departemen Kehakiman dengan memenuhi sejumlah persyaratan tertentu. Ketentuan ini berbeda dengan undang-undang partai politik pada masa pemerintahanSoeharto yang membatasi partai politik di Indonesia hanya berjumlah tiga partai politik saja. 2) Partai politik diberi keleluasaan untuk merekrut anggota dan membuka cabang sampai ke tingkat desa atau kelurahan. Pada masa Pemerintahan Soeharto, Partai Politik hanya boleh membuka cabang sampai tingkat kecamatan. Sedangkan untuk keanggotaan partai, rejim Soeharto juga membatasi keanggotaan pegawai negeri dan militer. Pegawai negeri dan militer hanya boleh bergabung dengan Golongan Karya. Kebijakan ini sering disebut dengan istilah kebijakan ‘massa mengambang’. 3) Partai politik dapat memiliki ideologi sepesifik sepanjang tidak bertentangan dengan Pancasila. Pada masa pemerintahan Soeharto, partai politik harus secara eksplisit mencantumkan Pancasila sebagai satu-satunya azas dan ideologi politik partai. Pada masa Pemerintahan Soeharto kebijakan ini disebut dengan istilah “Asas Tunggal Pancasila”. 4) Partai politik memiliki kebebasan untuk menyelenggarakan rapat umum danmemilih pemimpinnya. Pada masa pemerintahan Soeharto, partai poltik hanya dapat menyelenggarakan rapat umum atas seijin Departemen Dalam Negeri.
Pemilu, sebagai sarana demokrasi pancasila dimaksudkan untuk membentuk system kekuasaan Negara yang berkedaulatan rakyat dengan permusyawaratan/ perwakilan sesuai konstitusi UUD 1945. Penyelenggaraan pemilu yang menjadi tanggung jawab pemerintah dan parpol harus mengacu pada peraturan perundangan yang berlaku dan dijiwai oleh semangat kekeluargaan dan gotong royong. Oleh sebab itu, asas luber dan jurdil, sebagai prasarat yang disepakati, harus dilaksanakan oleh semua organisasi peserta pemilu secara murni dan konsekuen. Pemilu berfungsi untuk mempertahankan dan mengembangkan sendi-sendi Demokrasi Pancasila dan mencapai suatu masyarakat adil dan makmur berdasarkan pancasila. Pelaksanaan pemilu di Era Reformasi, benar-benar merupakan arus angin perubahan menuju demokratisasi dan asas keadilan. Terutama berkaitan dengan penerapan asas pemilu yang selain luber juga jurdil.
Kelemahan internal dan eksternal Partai politik di Indonesia setidak-tidaknya mengandung tiga kelemahan utama, yaitu (1) ideologi partai yang tidak operasional sehingga tidak saja sukar mengidentifikasi pola dan arah kebijakan publik yang diperjuangkannya tetapi juga sukar membedakan partai yang satu dengan partai lain; (2) secara internal organisasi partai kurang dikelola secara demokratis sehingga partai politik lebih sebagai organisasi pengurus yang bertikai daripada suatu organisme yang hidup sebagai gerakan anggota; (3) secara eksternal kurang memiliki pola pertanggungjawaban yang jelas kepada publik. Uraian berikut ini merupakan penjabaran lebih lanjut ketiga kategori kelemahan partai politik tersebut.Menurut catatan terakhir [pada bulan Agustus 2002] terdapat 204 partai politik yang telah terdaftar sebagai badan publik di Departemen Kehakiman dan HAM. Sebagian dari partai ini mungkin hanya tinggal nama saja sedangkan pengurus dan anggotanya pindah ke partai lain. Bila ditinjau dari sejarah ideologi kepartaian di Indonesia sesungguhnya jumlah partai politik yang memiliki basis pendukung paling banyak antara 5 sampai 10 partai politik, yaitu partai-partai politik yang mempunyai basis ideologi keislaman dari berbagai spektrum, ideologi nasionalisme dari berbagai spektrum, ideologi sosialisme dari berbagai spektrum, ideologi kekristenan dari berbagai spectrum, dan ideologi kedaerahan. Dari pengalaman Pemilu 1955 dan Pemilu 1999 juga dapat disimpulkan bahwa partai politik yang memiliki basis sosial yang kuat hanyalah lima partai politik. Bila demikian, mengapa jumlah partai politik begitu banyak dewasa ini? Salah satu faktor yang menjadi penyebab mengapa begitu banyak partai politik didirikan ialah kemunculan persepsi dan penilaian dari sebagian politisi bahwa partai politik yang sudah ada, khususnya yang telah memiliki kursi dalam jumlah memadai di DPR, tidak memiliki ideologi (platform partai) yang jelas. PDIP misalnya dianggap tidak mewakili ideologi nasionalisme-marhaen karena itu dibentuklah partai politik lain (lebih dari enam partai) yang diklaim lebih mencerminkan ideologi nasionalisme-marhaen. PBB dianggap tidak terlalu mencerminkan Masyumi sehingga dibentuklah sejumlah partai lain yang mengklaim diri penerus ideologi Masyumi. PKB dipersepsi tidak mewakili ‘ideologi’ Islam tradisional NU, karena itu didirikanlah sejumlah partai lain yang diklaim lebih mewakili ‘ideologi’ NU. Partai Golkar dipandang tidak lagi mengedepankan wawasan kebangsaan sehingga dibentuklah sejumlah partai lain yang berwawasan kebangsaan, dan lain sebagainya. Yang perlu dipertanyakan adalah apakah penilaian tentang ketidakjelasan ideologi partai politik ini benar? Karena ideologi partai (platform partai, visi dan misi partai) merupakan preskripsi suatu partai tentang negara dan masyarakat yang dianggap baik dan karena itu hendak diperjuangkan perwujudannya, maka apakah suatu partai politik, bahkan politisi, memiliki ideologi yang jelas atau tidak dapatlah dilihat bukan pada AD/ART dan pidato yang penuh retorika melainkan pada pola dan arah kebijakan publik yang diperjuangkannya, pada pernyataan politik yang dikeluarkan untuk merespon aspirasi berbagai kalangan masyarakat ataupun merespon permasalahan yang dihadapi bangsa, dan pada sikap dan posisi yang diambilnya dalam pembahasan peraturan perundang-undangan di lembaga legislatif.

Kabupaten Pati dan Pendidikan

Kabupaten Pati dan Pendidikan

Kabupaten Pati dan Pendidikan

Masih berdasarkan data yang dikeluarkan oleh BPS, pada tahun 2006 ada 632.692 penduduk yang telah lulus SD+ tidak/belum pernah sekolah dan tidak/belum tamat SD, 194.871 penduduk tamat SMP, dan 176.549 penduduk tamat SMA/Perguruan Tinggi/Akademi.

Sumber : Hasil Analisis Penulis, 2009
Gambar 1.2
Presentase Penduduk yang Bersekolah di Kabupaten Pati Tahun 2006

Setelah saya mencoba mengolahnya dengan menggunakan pie chart, waw … hasilnya sungguh sangat mengejutkan. Ternyata, lebih dari 50% penduduk Kabupaten Pati merupakan tamatan SD. Bagaimana ini? Tingkat pendidikan biasanya terkait dengan tinggi rendahnya sumber daya manusia yang dimiliki. Hal tersebut menandakan bahwa kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Pati masih tergolong rendah. Sebenarnya, saya tidak ingin mengatakan demikian, tetapi kenyataan berbicara lain. Nah, kemudian … bisakah kita asumsikan bahwa rendahnya kualitas sumber daya manusia akan mempengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pati?

Secara umum, Indonesia masih mengandalkan bahan baku dan tenaga buruh yang murah untuk menarik investor, dan begitu pula yang terjadi di Kabupaten Pati. Dengan kualitas sumber daya manusia yang tidak memadai, maka mau tidak mau masyarakat tidak mempunyai pilihan lain selain menjadi buruh pabrik. Pilihan lain yang tidak kalah sulit adalah menjadi petani, nelayan, pedagang. Hal ini pun juga tidak mudah untuk dijalani. Petani membutuhkan lahan + pupuk + bibit, nelayan membutuhkan perahu + jala + solar, sedangkan pedagang membutuhkan warung/kios + barang. Ketiga profesi tersebut memiliki ujung yang sama, ketiganya membutuhkan uang/modal/suntikan dana. Ya kalau usahanya lancar, jika tidak … apa yang akan terjadi?

Dari sinilah awal mula terjadinya kemiskinan. Masyarakat tidak memiliki penghasilan yang memadai untuk memenuhi kebutuhan hidup. Akibatnya, kualitas hidup menjadi semakin menurun, yang dapat dilihat dari kondis rumah, apakah memiliki jaringan sanitasi yang memadai, ada/tidaknya dapur, bahan pembuat rumah (dinding/bambu/kayu), dan masih banyak kriteria-kriteria lainnya.

Sumber : https://downloadapk.co.id/