Masih Tarik Uang Pangkal

Masih Tarik Uang Pangkal

Masih Tarik Uang Pangkal

Slogan sekolah gratis bagi siswa SMK ternyata masih sebatas wacana. Rencara Gubernur Jawa Barat saat masih kampenye akan menggratiskan biaya sekolah bagi siswa SMK belum terbukti.

Seperti yang dialami oleh siswa yang masuk ke SMK Negeri 1 Soreang tahun ajaran 2015-2016, mereka tetap ditarik uang pangkal. Uang yang dipungut untuk pembelian seragam sekolah dan kelengkapannya itu mencapai Rp 1,375 ribu.

’’Meskipun akan dibahas dulu dalam rapat orang tua siswa pada hari Rabu nanti, namun tetap sekolah ini akan melegalkan pungutan uang pangkal bagi siswa-siswinya yang sudah diterima. Dengan, begitu saya yakin program dana bantuan operasional sekolah (BOS) bagi SMA dam SMK akan terabaikan. Bahkan tidak akan terealisasi sama sekali,’’ terang Ruchiyat, orang tua siswa yang ditemui Soreang Ekspres (Grup Bandung Ekspres) saat pembayaran uang pembelian seragam sekolah kemarin (9/7).

Salah satu petugas yang melakukan pendataan uang pembelian seragam siswa,

meminta untuk tidak diliput. ’’Maaf pak untuk apa saya difoto, kalau untuk wawancara saya takut. Jangan saya yang diwawancara mendingan kepala sekolah saja,’’ tuturnya, sembari minta tidak diekspos namanya.

Pihak sekolah sendiri belum bersedia memberikan tanggapan terkait hal tersebut. Permasalahan gratisny biaya sekolah bagi SMA/SMK sebenarnya saat ini sudah berada di bawah pengelolaan provinsi Jabar.

Hal itu terkait dengan pelimpahan kewenangan pengelolaan SMA/SMK dari kabupaten/kota ke provinsi Jabar, yang saat ini sedang dalam proses finilasiasi. Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Tinggi Dinas Pendidikan Jabar, Dodin N. Nuryadin. Saat ditemui di kantornya, Jalan Dr Radjiman Bandung, dia menegaskan prosesnya sudah hampir beres. Dan menjamin pihaknya sudah siap mengelola SMA/SMK pada 2016 secara gratis.

’’Namun, hingga saat ini pemerintah pusat belum memberi jawaban, apakah Jawa

Barat boleh menjalankan pengelolaan SMA atau tidak. Kita masih menunggu jawaban dari pemerintah pusat,’’ ujarnya.

Menurut Dodin, Pemprov Jabar sudah siap mengelola SMA/SMK termasuk dengan anggaran sekolah SMA gratis. Pihaknya sudah melakukan estimasi dengan total biaya SMA/SMK gratis sekitar Rp 1,7 triliun. Sementara total anggaran bidang pendidikan di Jawa Barat sebesar Rp 4 triliun. ’’Insya Allah anggarannya ada dan harus ada. Dari Rp 4 triliun untuk menggratiskan SMA/SMK sekitar Rp 1,7 triliun,’’ terang Dodin.

Hitungan tersebut berdasarkan asumsi kebutuhan biaya pendidikan SMA sekitar Rp

2,3 juta/tahun/siswa dan untuk SMK sekitar Rp 2,5/tahun/siswa. Dari anggaran BOS Pusat siswa SMA/SMK dibantu sebesar Rp 1,2 juta.

 

Sumber :

https://www.pesawarankab.go.id/pages/sejarah-nyi-roro-kidul/