Kompetensi Bimbingan Konseling di Sekolah

Kompetensi Bimbingan Konseling di Sekolah

Kompetensi Bimbingan Konseling di Sekolah

Pendidikan di SD/MI bertujuan untuk menyiapkan peserta didik memasuki jenjang pendidikan selanjutnya. Peserta didik usia SD/MI berada dalam rentang 6 – 12 tahun. Pada usia 6 tahun peserta didik memasuki jenjang pendidikan SD/MI dengan atau tanpa melalui pendidikan TK/RA. Perencanaan bimbingan dan konseling pada tingkat pendidikan SD/MI ditujukan pada penyiapan peserta didik untuk melanjutkan pendidikan SMP/MTs.

Pelayanan bimbingan dan konseling ini mencakup juga bimbingan dan konseling bagi peserta didik yang memiliki kemauan dan kecerdasan luar biasa. Bentuk konkret pelayanan bimbingan dan konseling bidang belajar termasuk bantuan yang diberikan oleh guru kelas dan/atau guru BK atau konselor kepada peserta didik yang membutuhkan pengajaran remedial atau pendampingan khusus karena kemampuan intelektualnya yang luar biasa.

Terdapat tiga pandangan dasar mengenai bimbingan dan konseling di SD/MI, yaitu bimbingan dan konseling terbatas pada pengajaran yang baik (instructional guidance); bimbingan dan konseling hanya diberikan pada siswa yang menunjukkan gejala penyimpangan dari laju perkembangan yang normal; dan pelayanan bimbingan dan konseling tersedia untuk semua murid, agar proses perkembangannya berjalan lebih lancar.

Pandangan yang ke tiga dewasa ini diakui sebagai pandangan dasar yang paling tepat, meskipun suatu unsur pelayanan bimbingan dan konseling yang mengacu pada pandangan pertama dan kedua tidak bisa diabaikan.

Berkaitan dengan perkembangan, tugas perkembangan yang ingin dicapai pada tahap perkembangan usia SD/MI ini adalah:

  1. Memiliki kebiasaan dan sikap dalam beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Mengembangkan ketrampilan dasar dalam membaca, menulis, dan berhitung.
  3. Mengembangkan konsep-konsep yang perlu dalam kehidupan seharihari.
  4. Belajar bergaul dan bekerja dengan kelompok sebaya.
  5. Belajar menjadi pribadi yang mandiri
  6. Mempelajari ketrampilan fisik sederhana yang diperlukan baik untuk permainan maupun kehidupan.
  7. Mengembangkan kata hati, moral dan nilai-nilai sebagai pedoman perilaku.
  8. Membina hidup sehat, untuk diri sendiri, dan lingkungan serta
    keindahan.
  9. Belajar memahami diri sendiri dan orang lain sesuai dengan jenis
    kelaminnya dan menjalankan peran tanpa membedakan jenis kelamin.
  10. Mengembangkan sikap terhadap kelompok, lembaga sosial, serta
    tanah air bangsa dan Negara. Mengembangkan pemahaman dan
    sikap awal untuk perencanaan masa depan.

Rumusan Tugas Perkembangan pada usia Sekolah Dasar/MI tersebut di atas pada dasarnya menjadi rumusan kompetensi yang hendak dicapai melalui pelayanan Bimbingan dan Konseling.

Sumber : https://pharmacygig.com/