Jokowi Singgung Sistem Pendidikan Berbasis Digital

Jokowi Singgung Sistem Pendidikan Berbasis Digital

Jokowi Singgung Sistem Pendidikan Berbasis Digital

Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi ikut menghadiri pertemuan para pemimpin

negara KTT G20 di Osaka Jepang. Pertemuan ter­sebut merupakan konferensi para pe­mimpin negara di 20 negara dengan ekonomi terbesar.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi mengangkat isu terkait akses pendidikan dan pemberdayaan perem­puan.

”Kita semua paham bahwa akses pen­didikan dan pemberdayaan perem­puan merupakan elemen penting untuk mencapai target Sustainable Develop­ment Goals. Dan itu memerlukan kerja sama kita semua,” kata Jokowi di depan para pemimpin negara anggota G20.

Terkait pendidikan, mantan wali kota Solo itu menegaskan perlunya penye­suaian

sistem pendidikan saat ini yang menurutnya masih mengikuti pola pendidikan yang lama. Padahal, di era digital seperti sekarang ini, Jokowi me­nyadari adanya perubahan terkait pola mental dan pola pergaulan anak-anak di abad ke-21.

”Anak kita sekarang hidup di eranya YouTube video yang rata-rata panjang­nya hanya 12 menit, di eranya Instagram video atau Twitter video yang rata-rata panjangnya 6 menit atau bahkan se­pendek 1 menit. Dulu, anak-anak ber­gaul dengan misalnya naik sepeda bersama, sekarang anak kita bergaul dengan ramai-ramai main video game ’Massive multi-player online game’ se­perti Fortnite dan Minecraft,” tutur Jo­kowi. Terkait partisipasi perempuan, Jokowi mengatakan bahwa peran pe­rempuan dalam ekonomi, politik dan kehidupan bermasyarakat masih jauh dari potensi yang ada. Padahal, men­urutnya, di era berbagai tren yang di­picu digitalisasi dan globalisasi, wanita bisa lebih unggul daripada pria.

”Perempuan lebih rajin, lebih tekun, lebih detail, lebih sabar dan lebih team-work

daripada kita. Karena e-Commer­ce dan teknologi membutuhkan karak­ter seperti itu, sehingga meningkatkan partisipasi perempuan dalam bisnis, ekonomi dan politik otomatis akan me­ningkatkan pertumbuhan ekonomi dan daya saing nasional di era digital,” ung­kap Presiden Jokowi. Sebab itu, mantan gubernur DKI Jakarta itu menyebut ke depan pemerintahannya akan fokus pada pembangunan sumber daya ma­nusia. Indonesia, sambungnya, memi­liki 68,6 persen atau sekitar 181,3 juta orang berada pada usia produktif. ”Agar penduduk usia produktif tersebut men­jadi bonus demografi diperlukan sum­ber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing,” ucapnya.

 

Sumber :

https://www.surveymonkey.com/r/3R25WYF