Ini Cara SDN Gunungbatu 2 Wujudkan Sekolah Ramah Anak Selenggarakan My School Sampai Hadirkan Pesulap Kondang

Ini Cara SDN Gunungbatu 2 Wujudkan Sekolah Ramah Anak Selenggarakan My School Sampai Hadirkan Pesulap Kondang

Ini Cara SDN Gunungbatu 2 Wujudkan Sekolah Ramah Anak Selenggarakan My School Sampai Hadirkan Pesulap Kondang

Ada yang berbeda di halaman SDN Gunungbatu 2 Bogor, kemarin. Para murid terlihat berhamburan keluar dari kelasnya. Mereka berkumpul di lapangan dan duduk secara seksama memperhatikan sesosok laki-laki yang ada di hadapannya.

Ya mereka duduk untuk mem­perhatikan pesulap kondang Sutarno alias Pak Tarno

yang sedang menunjukan kebolehan­nya bermain sulap. Pihak seko­lah sengaja mengundang pesu­lap Indonesia ini untuk mewu­judkan Sekolah Ramah Anak (SRA) di lingkungan sekolahnnya.

Menurut Kepala SDN Gunung­batu 2 Bogor, Wiwik Dwi Ismi­yati, sebelum SRA dilaksanakan di sekolah ini, para guru terus diberikan pemahaman tentang prinsip sekolah yang melayani objek, yaitu siswa dan orangtua. “Apapun bentuknya, sekolah sebagai pelayan dalam mem­bentuk siswa dari yang bisa men­jadi tidak bisa. Inilah yang sedang kami tingkatkan di sekolah ini,” kata Wiwik.

Wiwik menuturkan, sikap seo­rang pimpinan sekolah harus bisa melayani, bukan

sebagai penguasa atau kepala yang punya power. Maka dari itu, sikap pe­mimpin harus rendah hati, supel dalam melayani siswa-siswinya, juga ramah. Apapun keluhan yang dipimpin tadi, kepala se­kolah harus terbuka. “Kita ini layaknya seperti piramaida ter­balik. Di mana, dalam posisi tersebut, pimpinan harus me­layani anak didik,”

Ia menambahkan, sosialisasi dan penerapan SRA sudah dila­kukan beberapa tahun

lalu, ba­hkan mulai optimal. Kini, SDN Gunungbatu 2 akan mengarah kepada kemandirian siswa dalam berkembang dan mendapatkan ilmu. Sehingga, sentuhan te­naga pendidik ini sangat diper­lukan.

 

Sumber :

https://rollingstone.co.id/