Guru dan Tantangan Perubahan

Guru dan Tantangan Perubahan

Guru dan Tantangan Perubahan

Hadirnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di Abad-21 telah menimbulkan berbagai perubahan yang begitu cepat di semua sektor kehidupan. Kita dapat merasakan jauh jarak secara geografis tidak lagi menjadi jauh secara social dan pribadi.

Layanan transportasi dengan mudah dihadirkan di lokasi dimana kita memerlukan. Transaksi jual beli dilakukan tanpa harus bertemu dan mengenali barang dan jasanya secara langsung. Hal yang terjadi di belahan dunia nun jauh disana dapat diketahui di rumah kita sendiri pada waktu yang bersamaan peristiwa terjadi. Berbagai macam informasi dengan mudah untuk diakses, bahkan kadang datang dengan sendirinya tanpa diundang, informasi yang diperlukan maupun tidak diperlukan oleh kita.

Globalisasi menjadikan dunia tanpa sekat, banjir informasi terjadi diberbagai ruang, luas maupun sempit, ruang pribadi maupun ruang publik. Kiriman informasi terjadi terus menerus setiap detik dan sulit dibendung dengan sekat-sekat konvensional berupa larangan, pamali, atau sejenisnya.

Sekadar kata ”jangan” sudah tidak ampuh lagi untuk menjauhkan anak-anak kita

dari berbagai informasi yang terus mengalir melalui berbagai media bervariasi. Mungkin di rumah tanpa TV, tapi di lingkungan lainnya tersedia banyak tayangan TV dan video.

Mungkin di kelas tanpa gadget, tapi setelah keluar kelas mereka bermesraan dengan gawai. Oleh karena itu hal penting di era banjir informasi ini bukan saja bagaimana siswa dapat menguasai sejumlah informasi dan pengetahuan. Tapi, lebih kepada bagaimana anak-anak memiliki ”kedewasaan” untuk memilah, memilih, bahkan mengkreasi informasi yang konstruktif bagi kemajuan diri dan lingkungannya.

Sebagaimana dikemukakan para ahli, informasi dan pengetahuan yang diperoleh seseorang akan berpengaruh pada sikap dan perilakunya. Mereka yang memiliki informasi dan pengetahuan banyak tentu lebih luas cakrawala pandangnya.

Tapi, apakah informasi dan pengetahuan yang dimiliki itu mampu menjadi jalan

solusi masalah kehidupan? Tentu akan tergantung seberapa besar mereka memiliki sikap mental dan multi kecerdasan untuk memanfaatkannya. Penguasaan informasi dan pengetahuan saja tidak cukup. Mereka akan lebih produktif dan berkreasi jika didukung dengan berbagai kecakapan lain.

Einstein mengatakan bahwa ”Imagination is more important than knowledge”. ”Knowledge is power but character is more”. Pernyataan ini menegaskan bahwa menguasai sejumlah pengetahuan tidaklah cukup. Memiliki kebiasaan-kebiasaan baik secara kemanusiaan dan berbudaya ilmu pengetahuan menjadi modal utama.

Berusaha mencari, mengkreasi, dan mengembangan pengetahuan adalah hal yang

lebih penting. Ini artinya bahwa mereka-mereka yg selalu mengembangkan diri untuk berimajinasi akan senantiasa haus berilmu pengetahuan, ketimbang mereka-mereka yang hanya berusaha menumpuk ilmu pengetahuan yang dimilikinya.

 

Sumber :

https://nashatakram.net/