Guru Berprestasi dapat Hadiah Umrah

Guru Berprestasi dapat Hadiah Umrah

Guru Berprestasi dapat Hadiah Umrah

Camat Lengkong Tubagus Aris Mulyadi akan memberikan hadiah umrah bagi guru berprestasi ting­kat Kecamatan Lengkong. Hadiah itu sebagai wujud terimakasihnya kepada para guru.

Tubagus mengungkapkan, gagasan itu bermula dari keprihatinannya saat men­jadi pembina upacara Hari Guru di wilayahnya. Saat itu, ia memberikan piagam penghargaan kepada guru berprestasi yang diseleksi oleh Persatuan Guru Repu­blik Indonesia (PGRI) Kota Bandung.

“Berangkat dari kepriha­tinan waktu saya menjadi pembina upacara di hari guru pada saat itu. Hadiah guru berprestasi itu hanya piagam dan piala. Menurut saya, sebagai ucapan terima kasih saya kepada guru, walaupun itu secara tidak langsung,” ungkapnya dalam Bandung Menjawab di Me­dia Lounge Balai Kota Bandung, belum lama ini.

Ia bekerja sama dengan Rumah Quran Center, lem­baga sosial yang memberikan bantuan bagi warga yang ingin memperdalam ilmu Alquran. Lembaga ini pernah memberikan bantuan umrah kepada korban First Travel yang tergolong tidak mam­pu, seperti tukang becak.

“Rumah Quran ini sebe­tulnya lebih dulu melakukan, mereka bantu para korban

First Travel, tapi yang mis­alnya tukang becak yang dibantu oleh mereka. Ke­betulan saya sampaikan program ini, nyambung. Kebetulan kemarin sisa satu, saya sampaikan, be­rikanlah untuk guru ber­prestasi,” jelas Tubagus.

Seleksi tersebut secara for­mal oleh PGRI untuk ber­kompetisi secara berjenjang ke tingkat nasional. Seba­nyak 22 orang guru berpar­tisipasi dalam seleksi terse­but. Guru yang menang di tingkat Kecamatan Lengkong inilah yang akan mendapat­kan hadiah umrah.

“Guru itu hasil seleksi di tingkat kecamatan oleh PGRI. Jadi saya serahkan ke PGRI.

PGRI yang seleksi, Nanti pas pemberangkatan dengan Rumah Al Quran hubungannya. Saya hanya jembatan saja,” katanya.

Tubagus mengatakan, ha­diah tersebut untuk dua orang guru, yakni guru PNS dan guru honorer. Ia mem­berikan kesempatan yang sama bagi kedua guru itu.

“Setiap tahun minimal harus dua, satu guru formal, satu lagi guru non formal kalau

target saya. Guru ho­nor dan guru mengaji yang ada di masjid,” ujarnya.

Guna menjaga keberlanju­tan program tersebut, Tu­bagus juga menitipkan pro­gram Sorga (Sodaqoh War­ga) kepada PGRI. Program tersebut berupa pembu­kaan tabungan bagi warga yang peduli terhadap pen­didikan. Dana yang terkum­pul melalui infak dan sede­kah warga itu akan diperun­tukkan bagi para guru yang berprestasi.

 

Sumber :

https://ojs.hh.se/index.php/JISIB/comment/view/401/0/83426