Fraud Masih Terjadi, Ini Kata Driver Ojol

Fraud Masih Terjadi, Ini Kata Driver Ojol

Fraud Masih Terjadi, Ini Kata Driver Ojol

Tindakan fraud (kecurangan) ibarat virus yang menggerogoti layanan transportasi

online. Fake GPS dan order fiktif (ofik) masih jadi metode ampuh yang dilancarkan para driver motor dan mobil dalam melakukan aksi kecurangan. Alasan utama para driver melakukan aksi curang tersebut karena tergiur penghasilan yang tinggi.

Aksi ini jelas merugikan banyak pihak seperti perusahaan penyedia layanan transportasi online tersebut, para penumpang dan para driver yang jujur. Tindakan tegas sudah diambil layanan transportasi online terbesar di Indonesia seperti Grab dan Gojek. Kedua raksasa transportasi online ini sudah memberlakukan sistem pendeteksi fraud dan bekerjasama dengan aparat Kepolisian untuk menangkap sindikat driver curang tersebut.

Baru-baru ini sejumlah lembaga riset seperti Spire Research and Consulting dan

INDEF merilis data tingkat fraud yang dilakukan oleh driver Grab dan Gojek. Data Spire Research and Consulting menyebutkan bahwa sebanyak 30% dari order yang diterima Gojek terindikasi fraud. Tingkat fraud yang dilakukan Gojek cukup besar dibandingkan Grab. Tercatat, tingkat fraud yang dilakukan Grab hanya 5%.

Sementara data dari INDEF menunjukan bahwa 42% mitra pengemudi yakin bahwa di Gojek paling banyak terjadi order fiktif. Sekitar 28% mitra pengemudi mengatakan bahwa order fiktif lebih banyak terjadi di Grab.

Sejumlah cara sudah dilakukan Grab dan Gojek, namun, tindakan kecurangan masih

saja terjadi di platform mereka. Untuk mengetahui tentang kecurangan yang terjadi di platform Gojek dan Grab, Redaksi Selular.ID menanyakan langsung kepada driver motor Gojek dan Grab. Redaksi Selular.ID meminta tanggapan dari para driver Grab dan Gojek bernama Jack dan Jhon.

“Kalau di Grab setahu saya tindakan kecurangan sudah berkurang. Saya kurang tahu pasti kalau masih ada driver yang melakukan fake GPS dan Ofik. Teman-teman saya tidak ada yang melakukan kecurangan. Apalagi saya, kejujuran selalu saya pertahankan dalam mencari nafkah. Kalau ada teman saya yang melalukan kecurangan pasti saya tegur,” tegas Jack, driver Grab.

Menurut Jack, Grab sudah memberlakukan sistem deteksi fraud misalnya otentikasi wajah driver.

 

Baca Juga :