BUDAYA BERBAHASA MASYARAKAT INDONESIA

BUDAYA BERBAHASA MASYARAKAT INDONESIA

BUDAYA BERBAHASA MASYARAKAT INDONESIA

Bahasa Indonesia yang berperan sebagai bahasa persatuan dan bahasa resmi di wilayah Republik Indonesia sudah mulai diminati oleh penutur asing untuk dipelajari. Di luar negeri, telah banyak universitas-universitas dan lembaga pendidikan yang mengajarkan bahasa Indonesia kepada para mahasiswanya. Berdasarkan data yang tercatat di Pusat Bahasa, Bahasa Indonesia telah diajarkan kepada orang asing di berbagai lembaga, baik di dalam maupun di luar negeri. Di dalam negeri misalnya, saat ini tercatat tidak kurang dari 76 lembaga yang telah mengajarkan Bahasa Indonesia kepada penutur asing, baik di perguruan tinggi, sekolah maupun di lembaga-lembaga kursus.Sebagaimana sumpah pemuda 28 Oktober 1928, lahirlah kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, juga sebagai jati diri bangsa serta alat pemersatu yang dapat mempersatukan bangsa Indonesia yang beragam budaya dan suku dengan bahasa daerah mereka masing-masing hingga dapat berkomunikasi dengan lancar dari satu orang ke orang lain yang berbeda suku pula.

Namun mirisnya, bahasa Indonesia tidak lagi menjadi populer di kalangan masyarakat, terutama muda-mudi Indonesia saat ini. Malah Bahasa Indonesia yang benar terdengar begitu kolot di telinga mereka. Bahasa Indonesia kini mulai ditinggalkan perlahan-lahan. Dipaksa gulung tikar oleh bahasa gaul atau bahasa alay yang kini tengah menggurita.

Bahasa kini banyak yang dipelintir, baik itu cara membaca atau hurufnya. Misalnya kata aku atau saya sekarang lebih populer dengan kata gue, atau frasa apa saja boleh—yang kini tengah hangat di kota Medan sebagai jawaban dari apa saja yang ditanya—dipelintir menjadi apa aja boyeh. Frasa ini dianggap sebagai suatu jawaban paling sederhana bagi kaula muda karena tidak mau berpikir rumit, sebagaimana ditulis Yulhasni penulis spesial bidang sastra dan budaya. Kata kita juga sering digunakan untuk menyatakan kami, padahal kami dan kita memiliki makna yang berbeda.

Di era globaisasi seperti sekarang ini, bahasa Indonesia mendapat saingan berat dari bahasa Inggris karena semakin banyaknya orang yang belajar serta menggunakan bahasa Inggris dalam keperluan komunikasi lisan ataupun tulisan. Hal ini memang berpengaruh positif, yaitu dapat mempercepat pengembangan IPTEK. Namun harus disadari pula, bahwa kalau ingin belajar bahasa Inggris, jangan lupa untuk mempelajari bahasa Indonesia terlebih dahulu.

Saat sekarang ini, bahasa Inggris memang lebih populer daripada bahasa Indonesia. Untuk itu, kita sebagai bangsa Indonesia harus selalu berupaya untuk mengembangkan bahasa Indonesia agar setara dengan bahasa internasional. Dengan kata lain, kita harus selalu menjaga kelestarian bahasa Indonesia. Meskipun demikian, kita juga tidak harusmenutup pintu rapat rapat dengan keberadaan bahasa asing. Bahkan, kita harus mau menyerap kosa kata dari bahasa asing agar kita bisa mengikuti perkembangan IPTEK berdasarkan kepentingan dan kebutuhan yang jelas.

Hal yang sangat penting namun sering dilupakan oleh masyarakat Indonesia dalam berbahasa yaitu menegakkan aturan-aturan dalam penggunaan bahasa Indonesia secara baik dan benar. Untuk itu, dengan semakin pesatnya perkembangan bahasa asing di Indonesia. Kita sebagai generasi penerus bangsa dan penerus kebudayaan Indonesia haruslah tetap melestarikan kebudayaan berbahasa Indonesia dengan baik dan benar.

Sumber : https://profilesinterror.com/