BPBD Jawa Barat Sosialisasikan Sekolah Madrasah Aman Bencana

BPBD Jawa Barat Sosialisasikan Sekolah Madrasah Aman Bencana

BPBD Jawa Barat Sosialisasikan Sekolah Madrasah Aman Bencana

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat Supriyanto mengatakan, pihaknya terus melakukan sosialisasi pengembangan Sekolah Madrasah Aman Bencana tahun 2019 di wilayah Jawa Barat.

Saat memberikan sosialisai di Olympic Renovotel Sentul, Kabupaten Bogor, Supriyanto menjelaskan hal ini menjadi penting sebagai salah satu upaya mempersiapkan generasi yang memiliki pengetahuan dan wawasan dalam menghadapi bencana.

“Perlu diketahui, Jawa Barat merupakan salah satu daerah dengan potensi bencana alam yang tertinggi di Indonesia, untuk itu kita gencar memberikan sosialisasi agar ada penanganan sejak dini, sekarang kita berikan sosialisasi di wilayah Kabupaten Bogor,” ujarnya.

Supriyatno menjelaskan, Data Indeks Risiko Indonesia (IRBI) berdasarkan

klasifikasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan nilai mencapai 250 untuk Kabupaten Bogor dan merupakan yang tertinggi di seluruh Indonesia, kedua ditempati oleh Kabupaten Garut, ketiga Kabupaten Sukabumi selanjutnya ditempati oleh Kabupaten Tasikmalaya.

“Di Jawa Barat terdapat 27 Kabupaten Kota yang memiliki risiko bencana, dimana 20 Kabupaten Kota itu termasuk risiko tinggi dan tujuh  Kabupaten lainnya termasuk golongan yang menengah, untuk 20 Kabupaten Kota yang risiko tinggi berada di wilayah Jawa Barat bagian Tengah dan Selatan.

Kejadian bencana yang tertinggi diakibatkan oleh pergeseran tanah, kemudian

banjir, termasuk di Kabupaten Bogor untuk bencana yang diakibatkan oleh pergeseran tanah,” jelasnya. Supriyatno berharap, seluruh sekolah di Jawa Barat dapat terus melakukan edukasi, sosialisasi dan praktek simulasi.

Dikatakan, ranah mitigasi untuk pencegahan dan kesiapsiagaan bencana inilah terdapat edukasi, sosialisasi dan praktik simulasi, karena berdasarkan penelitian yang dilakukan di Jepang ketika terjadi “Great Earthquake” atau gempa besar.

“Ternyata setelah kejadian bencana gempa besar itu terdapat istilah golden time

yang berarti waktu emas,  waktu emas itulah yang dapat menyelamatkan korban di lokasi kejadian itu karena pengetahuan pribadi dan keterampilannya yang sudah dimilikinya,” lajutnya.

 

Kepala Sekolah SMA Parung Ikhwan Setiawan mengatakan, rata-rata sekolah-sekolah di Kabupaten Bogor bangunannya sudah mengikuti standar artinya mengikuti konstruksinya, dan sejauh ini di Kabupaten Bogor, khususnya tingkat SMA sudah aman.

 

Sumber :

https://www.belajarbahasainggrisku.id/